Satpol PP Angkut Puluhan Becak Langgar Aturan

becakSEMARANG (asatu.id) –  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menjaring puluhan becak yang kedapatan mangkal sembarangan dan parkir di jalan protokol maupun trotoar, Selasa (4/7).

Selanjutnya, becak-becak yang dinilai melanggar tersebut diangkut dan diamankan petugas Satpol PP.

Kepala Satpol PP Endro PM menerangkan, di saat arus mudik dan arus balik semakin banyak. Menurutnya, becak-becak tersebut melanggar peraturan dengan di parkir sembarang yang berpotensi menyebabkan kemacetan.

“Sudah kami peringatkan sebelumnya, untuk tidak parkir di trotoar dan beroperasi di jalan protokol seenaknya,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, Ada beberapa jalan protokol yang menjadi target razia becak. Antara lain, Jalan Imam Bonjol, Jalan Dd Sutomo, Lalu Bundaran Tugumuda. Lanjutnya, mayorits tukang becak yang dirazia bersal dari luar dareah Kota Semarang.

“Mereka banyak dari luar Semarang oleh karena itu mereka tidak tahu titik larangan di Jalan-jalan protokol,” imbuhnya.

Endro membeberkan, becak yang sudah terkena razia, akan disita selama dua minggu. Kemudian pemilik harus membuat surat larangan agar tidak mengulangi perbuatan lagi, dan seterusnya baru mengambil becak tersebut.

Toro, tukang becak asal Grobogan mengaku untuk menambah penghasilannya pihaknya memanfaatkan momen arus mudik dan balik. Ia mengatakan bahwa tempat umum seperti stasiun kerap menjadi targetnya mencari rezeki tambahan.

“Terutama di Stasiun Poncol dan Tawang karena disana banyak penumpag yang turun,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *