Meneladani Kiyai Saleh Darat di Haul ke-117

saleh daratSEMARANG (asatu.id) – Hari ini, Selasa (4/7), di peringatan Haul Kiyai Saleh Darat yang ke 117, Ratusan masyarakat memadati kawasan makam Kiyai Saleh Darat di Pemakaman Bergota, Kota Semarang.

Untuk Haulnya sendiri, selalu diperingati di tanggal 10 bulan Syawal. Peringatan haul Kyai Saleh Darat juga dilaksanakan Selasa (4/7) malam, bertempat di Masjid peninggalan beliau di Jalan Kakap Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.

Dalam rekam jejaknya, Kyai Saleh Darat merupakan Kyai kondang asal Semarang yang telah diakui di Nusantara bahkan dunia karena keilmuannya dan dedikasinya dalam mengajarkan agama islam.

Bahkan, tokoh besar Indonesia seperti Kyai Hasyim Asyari dan Kiyai Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah merupakan muridnya.

“Termasuk RA Kartini (murid Kiyai Saleh Darat), termasuk yang memintanya untuk mentafsirkan Alquran. Kyai Saleh Darat juga pionir tafsir Alquran menggunakan pegon di dunia keislaman Indonesia,” terang KH Ahmad Daroji, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah.

Menurutnya, Kyai Saleh Darat bukanlah kyai sembarangan. Itu dikarenakan, Kyai menjadi orang Jawa yang sempat menjadi ulamanya orang arab dan mengajar di Negeri asal Islam. Sejumlah kitab telah menjadi hasil karyanya, diantaranya Kitab Munjiyat, Lathoif At-thaharah, Majmuat As-syariah, Matan Al-hikam dan lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang ikut menghadiri haul ini mengatakan, bahwa sudah semestinya warga Kota Semarang untuk memperingati haul Kiyai Saleh Darat melihat jasa yang ditinggalkan baik untuk agama Islam maupun Indonesia.

“Kita juga harus terus meneladani apa yang telah diteladankan oleh Kiyai Saleh Darat semasa hidupnya. Sing penting diconto (yang penting dicontoh),” ujar Hendi.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *