H-2 Lebaran Pusat Oleh-Oleh Semarang Sepi Pembeli

oleh-olehSEMARANG (asatu.id) – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1438 Hijriah alias Lebaran 2017, pusat oleh-oleh Semarang yang berada di sepanjang Jalan Pandanaran masih tampak sepi.

Dari pantauan asatu.id, terlihat volume kendaraan memadati kawasan Jalan Pandanaran. Kendati demikian, di depan toko-toko yang menjajakan oleh-oleh di lokasi tersebut justru tampak lengang sepi kendaraan terparkir, berbeda dengan tahun sebelumnya.

Kepala Toko Bandeng Juwana Elrina di Jl. Pandanaran, Yuniati mengatakan, saat ini toko miliknya masih sepi, biasanya H-2 Lebaran sudah ramai sampai tokonya penuh.

“Lebaran tahun ini beda sama tahun lalu. Tahun ini, tokonya sepi pembeli,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Yuni mengaku tahun lalu tokonya selalu ramai, bahkan sepekan sebelum Lebaran. Biasanya pembeli merupakan warga Semarang yang ingin melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman, baik di Jakarta maupun kota-kota lain di Jateng-DIY.

Kendati demikian, pihaknya tetap menambah stok dagangan sebagai persiapan menghadapi Lebaran. Untuk bandeng yang biasanya menyediakan 400 kilogram (kg) per hari, saat musim libur Lebaran, tokonya bisa menyajikan lebih banyak dua kali lipat, mulai dari yang durinya lunak, bandeng otak-otak, hingga bandeng dalam sangkar.

Bandeng yang berduri lunak itu dijual dengan harga Rp 97.000 per kilogram. Bandeng jenis ini memang banyak diminati pembeli karena bisa diolah menjadi menu makanan lain.

Selain bandeng, di Toko Bandeng Juwana Elfirna juga menyediakan kudapan lain khas Semarang seperti tahu bakso, lumpia, roti ganjel rel. Untuk jajanan yang lain, Yuni mengaku tidak menambah stok.

Yuni tidak bisa memperkirakan kapan tokonya bakal ramai seperti tahun lalu. Guna meningkatkan omzet, ia pun berencana membuka tokonya seperti biasa saat libur Lebaran nanti. Saat Hari Raya Idulfitri, Minggu (25/6/2017) nanti, tokonya tetap akan buka mulai pukul 06.30-23.00 WIB.

Salah seorang pembeli Vinia, 23, asal Jakarta mengaku setiap menjelang Lebaran selalu membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Jakarta.

“Iya, ini titipan keluarga di Jakarta. Mereka selalu minta dibawain oleh-oleh saat saya pulang, sekalian buat buah tangan,” tutur mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

Sementara itu, di Toko Bandeng Juwana Elfina yang terletak di Jl. Pamularsih, kondisinya tak jauh berbeda. Di toko ini, pembeli oleh-oleh memang lumayan banyak namun tak seramai tahun lalu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *