Hendi : Mremo Boleh tapi jangan Ngepruk !

SEMARANG (asatu.id) – Untuk menyambut pemudik yang melintas di Kota Semarang, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak pedagang pujasera Simpang Lima untuk bekerja bakti resik-resik kawasan Simpang Lima dan ruko-ruko yang ada disekitar Simpang Lima.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini mengatakan, kawasan Simpang Lima sudah merupakan ikon dari Kota Semarang yang nantinya kemungkinan akan dilewati dan disinggahi pemudik dari luar Kota.

Menurutnya, banyak warga Kota Semarang atau luar Kota Semarang akan menyempatkan datang ke Simapang Lima dan kulinernya. “Nah untuk itu kita kumpulkan para pedagang dan pengusaha disini, kita sampaikan mari kita sambut pemudik dengan baik,” ujar Wali Kota usai resik resik bersama jajaran Muspida dan pedagang di kawasan Simpang Lima, Kamis, (22/6).

Hendi menerangkan, penyambutan bagi pmudik bisa dilakukan pedagang dengan beberapa hal. Seperti, dengan cara menunjukkan bersihkan lokasi sekitar Simpang Lima bagi pemudik.

Kemudian dengan tidak menaikkan harga makanan atau dagangan yang kenaikannya tak wajar. “Kebersihan ini menjadi komitmen, Jangan sampai lagi ada komplain-komplain mengenai saluran bau. “Tidak ada boleh yang ‘ngepruk’ harga, pastinya ini akan menjadi cacatan jelek,” imbuhnya.

Menurutnya, menaikan harga di saat menjelang lebaran atau yang sering disebut “Mremo” wajar dilakukan pedagang, namun yang diingikannya adalah kenaikan akan suatu barang atau dagangan pedagang masih bisa dianggap wajar dan tidak memberatkan pemudik atau pembeli.

“Mremo bolehlah tapi jangan ngepruk. Mungkin naik 10-20 persen boleh, tapi jangan sampai naik 300-500 persen,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *