BPR MAA dan KIC Gelar Gathering Pertama Kalinya

kic

SEMARANG (asatu.id) – Gathering Kawasan Industri Candi (KIC) bertajuk “Sosialisasi Peraturan KIC Tahun 2017” digelar untuk pertama kalinya, di Hotel Pandanaran Semarang, baru-baru ini.

Gathering ini merupakan pertemuaan antara BPR MAA bersama perusahaan-perusahaan yang berada di KIC Semarang yang dijembatani oleh Spot Media Nusantara. Dihadiri ratusan peserta dari 71 perusahaan perwakilan KIC, peserta terlihat khidmat mengikuti jalannya acara yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga 19.30 WIB.

Dirut BPR MAA Hengky Tanto Soegiarto mengatakan, gathering ini merupakan ajang untuk silahturahmi dengan para tenan (perusahaan) yang ada di KIC.

“Sebelumnya kita belum pernah ada pertemuan bersama KIC, ini merupakan yang pertama kali. Selain acara silahturahmi kami disini juga memgajukan prodak kerjasama untuk KIC, perusahaan dan juga karyawannya,” ungkap Hengky kepada asatu.id.

Ia menambahkan, prodak yang ingin diajukan oleh pihaknya yaitu berupa pemberian pinjaman dengan pengembalian pememotongan gaji tiap bulannya kepada karyawan. Dengan syarat mudah hanya menggunakan Jamsostec dan ijazah yang tentunya sudah disetujui oleh pihak perusahaan untuk mengajukan pinjaman.

“Kami berharap dari pertemuan awal ini kami bisa bekerjasama dengan baik, karena produk kami ini memberikan kemudahan bagi perusahaan serta karyawannya,” tandas Hengky.

Sementara itu Kepala Estate Management PT IPU Yanni Stevan menyambut hangat adanya kerjasama ini, menurutnya ia tidak bisa sendiri dalam membangun KIC.

“Dalam membangun KIC saya membutuhkan pihak lain untuk menumbuhkan perokonomian KIC. Salah satunya dengan kerjasama, dengan tujuan ikut memikirkan kesejahteraan hajat orang banyak (karyawan dan perusahan) yang ada di KIC,” kata Steven.

Ia berharap dengan pertemuan awal ini semua perusahaan beserta karyawannya dapat ikut “seneng”.

“Intinya saya akan support karena ini Sangat membantu, berdampak untuk orang banyak, bisa menyenangkan hajat orang banyak dan semoga dengan kerjasama ini dapat mewujudkan apa yang menjadi impian kami yaitu merubah KIC menjadi lebih sehat dan indah,” pungkas Steven.

Sebelumnya diketahui, KIC merupakan kawasan terbesar di Jawa Tengah dengan Luas kawasan 1300 HA. Dihuni oleh 780 perusahaan dengan jutaan karyawan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *