29 Ton Bawang Kemendag Cuma Laku 11 Ton

bawangSEMARANG (asatu.id) – Sebanyak 29 ton bawang putih impor yang disuply Kementerian Perdagangan ke pedagang relokasi Pasar Johar hanya laku 11 ton saja. Hal ini ditengarai lantaran kualitas bawang yang dipasok tidak sesuai seperti harapan.

Hal tersebut diungkapkan Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana saat melakukan kunjungan kerja di relokasi Pasar Johar kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Diketahui, pada Jumat (2/6) pagi, Kementerian Perdagangan memberikan suply 29 ton bawang putih impor kepada pedagang relokasi Pasar Johar di kawasan MAJT guna mengendalikan pergerakan harga bawang selama bulan Ramadhan 2017 ini.

“Kami mendapati, bawang yang ada dalam kontainer memiliki kondisi yang agak basah. Jadi bawang itu merupakan bawang yang baru dipanen dari China. Ketika sampai pada tingkat pedagang itu akan menyusut dan beberapa hari kemudian akan menghitam,” kata Eva, Minggu (4/6).

Eva mengatakan, tidak semua bawang putih dari China yang dikirim ke relokasi Pasar Johar sebanyak 29 ton itu dalam kondisi basah, namun juga ada yang kering. Oleh sebab itu pihaknya akan segera menegur importir yang mendatangkan bawang tersebut.

“Yang jelas konsumen di Semarang tidak cocok dengan kondisi bawang tersebut karena basah. Namun tidak semua basah, pasti ada yang kering juga. Dari sini kami akan tegur importirnya,” tegasnya.

Dalam kunjungan kerjanya meninjau ketersediaan barang kebutuhan pokok di daerah, dalam hal ini Kota Semarang, Eva ditemani Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memantau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di sejumlah lokasi.

Lokasi yang dikunjungi seperti Pasar Rakyat Johar, Pasar Rakyat Peterongan, serta ritel modern yaitu Giant di Jalan Siliwangi dan Carrefour di Jalan Pemuda, Semarang.

184

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan