Tradisi Berbuka Kopi Arab di Masjid Layur

kopiSEMARANG (asatu.id) – Mungkin nama Kopi Arab sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Kota Semarang, khususnya di sekitaran Masjid Layur Kelurahan Dadapsari Kecamatan Semarang Utara. Minuman khas ini telah menjadi tradisi yang dihidangkan di Masjid Layur sebagai minuman berbuka puasa.

“Berbuka menggunakan kopi arab ini telah dijalankan sejak tahun 1743 di mana etnis Arab mulai mendiami kawasan tersebut,” ujar Hamid Abdullah, salah seorang sesepuh Masjid Layur, beberapa waktu lalu.

Ia menceritakan, sejarah masuknya Kopi Arab berawal dari ramainya kawasan tersebut untuk pendaratan kapal dan perahu dagang. Termasuk dari saudagar Arab. Itu dikarenakan, dahulu kawasan tersebut merupakan salah satu tempat pusat perdagangan. Ditandai pula dengan adanya mercusuar yang ada hingga sekarang.

Kopi arab tersebut, lanjutnya merupakan campuran antara kopi dengan berbagai bahan rempah diantaranya cengkeh, kayu manis, serai, kapulaga, daun jeruk, daun pandan, dan jahe. Alhasil hidangan kopi itu mempunyai rasa dan aroma yang berbeda dibandingkan dengan kopi lainnya.

“Cara membuatnya pun juga mudah, cukup merebus langsung bahan rempah dengan kopi hingga mendidih. Menyeduh kopi arab tetap dipertahankan di Masjid Layur dan menjadi salah satu kekayaan kebudayaan Kota Semarang. Dan masyarakat banyak yang ingin mencobanya saat berbuka puasa,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *