Ini Rahasia Resep Bubur India yang Legendaris

buburSEMARANG (asatu.id) – Sudah menjadi tradisi turun temurun di Masjid Djamik Pekodjan untuk menyajikan menu santapan khas yakni Bubur India. Nama Bubur India sendiri sudah sangat akrab di telinga masyarakat Kota Semarang.

Jika anda ingin mencicipi sensasi Bubur India ini, Bulan Ramadhan saat ini adalah waktu yang tepat. Itu dikarenakan, Bubur India ini hanya eksklusif disajikan di bulan Ramadhan saja. Di luar bulan suci tersebut, jangan harap anda bisa merasakan bubur asli India tersebut.

Sesepuh Masjid Djamik Pekodjan, H Annas Halim Harun menceritakan, pertama kali Bubur India ini diperkenalkan oleh seorang saudagar dari Gujarat yang datang ke Semarang untuk berdagang.

Di saat bulan Ramadhan, saudagar tersebut melihat adanya buka puasa di masjid yang hanya dengan bubur dan air putih. Melihat kondisi tersebut, saudagar tersebut akhirnya berinisiatif menyajikan sajian spesial, dan dikemudian hari disajikanlah Bubur India ini.

“Setelah dia menikah dengan warga setempat dia kemudian memutuskan untuk menetap disini dan setiap bulan Ramadhan memasak Bubur India. Sampai kemudian diturun temurunkan,” ujarnya Sabtu (27/5).

Pihaknya membeberkan, perbedaan Bubur India dengan bubur yang lainnya adalah rempah-rempah tambahan yang dikombinasikan dengan tepat. Sehingga Bubur India ini, lanjutnya, sudah enak dan nikmat tanpa menambahkan lauk didalamnya.

Selain itu, perpaduan Bahan dasar berupa jahe, salam, kapulaga, manis jangan, rempah lain seperti sereh menjadi kunci dalam pembuatan Bubur yang melegenda di Semarang ini.

“Diaduk jadi satu dicampur bumbu gule khusus. Itu membuat buburnya berwarna kuning,” ungkapnya.

Sebagai pelengkap, dahulu bubur ini hanya disajikan dengan air putih saja, namun seiring bergantinya zaman dan semakin banyak peminatnya, sajian bubur ini disandingkan dengan susu, air Zam-Zam, dan buah semangka sebagai pencuci mulutnya

“Dulu paling yang datang untuk mencicipi bubur ini hanya sekitar 25 orang. Tapi sekarang sudah ratusan,” imbuhnya.

Ditanya mengenai sumber dana pembuatan bubur tersebut. Ia mengungkapkan, pembuatan bubur itu didanai dari sodaqoh pengusaha sekitar dan beberapa jamaah yang mampu.

516

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan