Ngadimen, Bertahan Demi Lestarikan Dugderan

SEMARANG (asatu.id) – Dugderan merupakan acara rutin di Kota Semarang menjelang Bulan Suci Ramadhan. Dugderan identik dengan aneka macam jualan serta wahana permainan.

Kurang kebih sepekan lalu para penjual aneka barang dan mainan tradisional khas seperti gerabah, kapal-kapalan ‘othok-othok’, warak ngendog, gangsingan dan juga mainan masa kini seperti boneka barbie terlihat berjejer disekitaran alun-alun kota Semarang atau area Jalan Agus Salim dan Jalan Kauman Semarang.

Para pedagang kebanyakan memadati jalan trotoar, emperan toko-toko hingga depan Masjid Agung Kauman. Layaknya Pasar Rakyat dilokasi itu juga terdapat permainan besar seperti bianglala, tong stand, ombak banyu dan helikopter.

Ditengah-tengah keriuah serta padatnya jalan, asatu.id menjumpai Ngadimen. Pria paruh baya yang nampak sibuk melayani pembelinya.

“Jualan Gerabah mas. Gerabahnya saya ambil langsung dari Mayong Jepara,” ujar warga Semarang ini, Minggu (21/5).

Menurutnya mainan gerabah merupakan dagangan khas saat Dugderan tiba. Ada ragam bentuk dan warna mainan yang dijual olehnya. Mulai mainan pasaran buat anak perempuan, kendi, piring hingga celengan berbentuk kreasi animasi masa kini.

Harganya tergolong murah meriah. Ngadimen mengatakan, seperangkat mainan pasaran dia jual dari harga Rp 1.500 dan paling mahal sampai Rp 35 ribu.

“Saya kan sudah nggak muda lagi mas, sudah 20 tahun saya jualan seperti. Setiap dugderan saya pasti nggak absen,” cerita Ngadimen.

Meskipun harus menunggui dagangannya dibawak lapak bambu diruas trotoar setiap harinya. Dia mengaku, tetap akan bertahan berjualan Gerabah karena tekadnya melestarikan tradisi yang perlahan tergerus oleh jaman.

“Sebagai orang kecil, saya cuma berharap dagangan saya bisa ludes terjual mas,” harap Ngadimen.

Selain Ngadimen, masih ada belasan bahkan ratusan pedagang musiman yang rutin berjualan saat Dugderan. Tahun ini, Pemkot membuka perayaan Dugderan pada hari Rabu (24/5) mendatang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *