SIM Tahun ini Diikuti 300 Pelaku UMKM

umkmSEMARANG (asatu.id) – Melalui program Semarang Introducing Market (SIM) yang digelar kembali tahun ini, diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk UMKM Kota Semarang terhadap produk dari luar bahkan produk impor. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Litani Satyani, Kamis (18/5).

lebih lanjut Litani menjelaskan, program tersebut rutin dilaksanakan karena dalam setiap tahun selalu muncul UMKM baru dengan produk yang masih perlu diperkenalkan dan dipromosikan.

“Makanya setiap tahun kita pakai tagline Semarang Introducing Market (SIM), karena memang selalu muncul UMKM baru,” ungkapnya, Kamis (18/5).

Untuk UMKM yang mengikuti SIM tahun ini, ia menambahkan, bahwa Dinas Koperasi dan UMKM juga menggandeng pihak kecamatan dalam menyeleksi UMKM yang akan ikut SIM 2017.

“Kami menyerahkan seleksinya pada Kecamatan. Jadi pemilihan pelaku UMKMnya dari kecamatan, dengan catatan harus yang terdaftar dan memiliki IUMK,” ujarnya.

Dijelaskan, di gelaran SIM memiliki jenis produk yang berbeda dengan produk yang ditawarkan di mall atau pameran. Pasalnya, even SIM lebih diarahkan kepada pengusaha dan produk yang masih perlu diperkenalkan kepada publik.

Pihaknya membeberkan, terdapat 125 stan yang disediakan untuk SIM kali ini. namun, di setiap stan bisa diisi lebih dari 5 pelaku usaha.

‘ Jadi kalau ditotal mungkin ada 300 pelaku UMKM yang ikut dalam SIM kali ini,” ungkapnya.

Litani berharap dengan gelaran ini mampu membangkitkan kebanggaan di hati warga Semarang dalam  menggunakan produk UMKM asli kota. karena sebenarnya cukup banyak produk baik produk tas, handycraft, busana hingga kuliner yang cukup tak kalah berkualitasnya dengan produk dari luar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *