Kisah Jalur Rempah Kota Lama

SEMARANG asatu.id) – Potensi story jalur rempah yang ada di Indonesia akan menguatkan keberadaan kota-kota tua di Indonesia khususnya kota Lama Semarang di mata Dunia.

Jalur rempah akan sangat berdampak positf untuk upaya dari Pemerintah Kota Semarang untuk mengusulkan Kota Lama Semarang menjadi warisan Dunia UNESCO. Hal tersebut dinyatakan Wakil Wali Kota Semarang Hervearita Gunaryanti Rahayu, Sabtu (13/5).

Wawali yang akrab disapa Ita ini membeberkan, Kota Lama nantinya tak sekadar menjadi destinasi World Heritage saja tapi akan berkelanjutan menjadi wisata jalur rempah yang menyambung dari kota-kota pelabuhan. Menurutnya, Kota Lama merupakan salah satu kota pelabuhan dan kota perdagangan.

Hal itu dibuktikan dengan gedung-gedung bangunan sebagai gudang perdagangan, seperti Gedung Odetrap, yang sebelumnya merupakan gudang rempah, seperti Gambir dan Indogo, Monod Huis gudang gula, dimana gedung tersebut merupakan pusat perdagangan milik Oie Tiong Ham.

“Pastinya ini sangat mendukung sekali, ini berjalan paralel. Tahun 2018 kita harus selesai menyusun dosier, sehingga jalur rempah bisa menjadi salah satu center poinnya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, tidak hanya Semarang saja yang diusulkan menjadi telling story, namun Tegal, Pekalongan, Jepara, dan Rembang juga diusulkan mejadi kawasan wisata pusaka jalur rempah nusantara. Kota-kota itu menjadi bagian jaringan perdagangan, khususnya melalui jalur laut dengan pelabuhannya yang menghubungkan dunia Barat dan Timur.

“Jadi sejarahnya nanti dari Ternate, Buton, Bau-Bau, Surabaya, Gresik, Lasem, Semarang, Tegal, Cirebon, Jakarta sampai Banda Aceh, ada sebuah telling story yang bisa menjadi pengalaman para wisatawan dalam berkunjung,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *