Ini Pesan Wawali Kota Semarang Saat MOS

SEMARANG (asatu.id) – Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu berharap siswa-siswi SD, SMP dan SMA/SMK di Kota Semarang menjadi duta pengelolaan sampah di Kota Semarang.

Menurutnya, hal positif tersebut akan membuat generasi saat ini mampu melakukan pengelolaan sampah dengan benar. Ia yakin di tahun-tahun mendatang masalah sampah di Semarang bisa terselesaikan. Termasuk multiplayer efeknya dari permasalahan sampah seperti banjir dan lainnya.

“Kami mengapresiasi edukasi yang diberikan kepada anak-anak. Memang penting menyiapkan generasi yang memahami dan mau melakukan pengelolaan sampah yang benar,” kata wakil wali kota yang disapa Mbak Ita, Sabtu (13/5).

Ita menambahkan, memang sudah saatnya pemberian edukasi terkait pengelolaan sampah diberikan, mengingat di beberapa daerah permasalahan sampah kerap menjadi pekerjaan rumah di beberapa daerah termasuk Semarang. Lanjutnya, Semarang terus berupaya terkait pengelolaan dampah, yakni beberapa diantaranya mengelola sampah menjadi pupuk organik dan gas metan.

“Tapi upaya itu perlu didukung pencegahan dini dari sumber produksi sampah yakni rumah tangga salah satunya lewat edukasi kepada anak-anak ini,” tambahnya.

Di sisi lain, Pihaknya juga memberikan gambaran, untuk masa orientasi sekolah, menurutnya, ada yang lebih baik dilakukan anak-anak sebagai duta pengelolaan sampah misalnya mengajak anak-anak untuk melakukan kegiatan bersih-bersih sekolah dan kota daripada membawa barang yang aneh-aneh ke sekolah saat Masa Orientasi Siswa (MOS).

Orientasi pengenalan sekolah dengan kegiatan semacam itu sudah lama menjadi impian Pemkot Semarang. “Jika anak-anak pintar mengelola sampah harapannya bisa mengajari keluarganya untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *