Waisak menjaga Kebhinekaan dengan Cinta Kasih

waisakSEMARANG (asatu.id) – Peringatan Hari Raya Waisak, dirayakan umat Buddha hari ini, Kamis (11/5), tak terkecuali di Vihara Maha Dharmaloka Tanah Putih Jalan Dr Wahidin Semarang. Ratusan umat khusuk mengikuti peringatan hari raya Waisak 2561 tahun 2017.

Bhikkhu Dhamma Chattamano mengatakan, terdapat beberapa pelaksanaan Tri Suci Waisak yang dimulai sekitar pukul 04.30-11.30 WIB. Pelaksanaan Tri Suci Waisak, lanjuti dia, meliputi prosesi Pindapata yang berarti bentuk prosesi pemberian sedekah dari umat kepada para Bikkhu (Biksu).

Selain itu, dilanjutkan Fangsen yakni melepaskan burung atau binatang yang terancam keberadaannya sebagai perwujudan cinta kasih terhadap semua makhluk hidup, Pujhabakti Waisak, Meditasi, serta Pesan Dharma.

Tak lupa, dalam kesempatan tersebut pihaknya pun menyampaikan ucapan selamat merayakan Tri Suci Waisak kepada seluruh Umat Buddha yang ada di Semarang pada khususnya dan yang ada di seluruh Indonesia.

“Harapan kami, seluruh umat Buddha terutama diri saya pribadi dapat semakin maju dalam kualitas batinnya, Serta kita semua dapat mengikuti ajaran jejak-jejak leluhur dalam kehidupan dan menjadikan Buddha sebagai contoh untuk mengarungi kehidupan di dunia ini,” ujarnya, Kamis (11/5).

Pada kesempatan ini Sangga Terawadha Indonesia mengangkat tema cinta kasih sebagai penjaga kebhinekaan. Adapun Dasar dari cinta kasih ini adalah bagaikan seorang ibu yang mempertahankan anaknya, yang mempertahankan seluruh jiwa raganya untuk anaknya.

Dengan cinta kasih ini diharapkan mampu menjaga keragaman yang di miliki berbangsa ini. Dan dengan dasar cinta kasih itu manusia dapat saling menghargai serta saling menghormati mereka yang berbeda.

“Tujuannya itu adalah kita semua dapat mencapai kebahagiaan. Semoga berkah Waisak selalu melimpah kepada kita semua,” pungkasnya.

Salah satu umat Buddha Evi Dona Maria berharap, dihari peringatan Waisak tahun ini Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin aman dan dapat saling menghargai perbedaan.

“Semoga keimanan saya semakin Lebih baik, saya berharap perayaan waisak ini dapat menjadikan masyarakat saling melengkapi, saling menghargai agar damai dan bertambah kasih sayangnya,” pungkas warga Semarang Utara itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *