Potensi Wisata Semarang Diakui para Blogger

SEMARANG (asatu.id) – Semarang memang menawarkan banyak sekali destinasi wisata yang oke punya. Mulai wisata kuliner, wisata air, wisata malam, ada di Semarang. Salah satunya ekowisata Mangrove Tugu. Desinasi wisata yang berada di Desa Tapak, Tugurejo, Kecamatan Tugu nampaknya kian ramai dikunjungi wisatawan.

Dengan menawarkan paket wisata susuri sungai dan pengalaman menanam mangrove, berhasil memikat banyak kalangan yang penasaran tentang destinasi wisata semarang tersebut.

Shah Shamshiri, blogger dari Negeri Malaysia mengatakan, potensi wisata Kota Semarang memang seru dan mengasikkan. Ia mengakui, 2 hari berlibur atau berwisata ke Semarang dirasa belum bisa menikmati semua destinasi wisata di Kota Semarang.

“Lokasinya seru-seru. Kalau aku sih 2 hari belum puas kayaknya di Semarang. Harusnya lebih biar bisa dapat mengunjungi semua,” ujarnya.

Budaya makan lesehan yang khas di Semarang membuat senang pria Asal Kuala Lumpur ini. Memurutnya cara makan lesehan lebih mengasikkan dari pada dengan duduk. Selain itu, wisata malam seperti Lawang Sewu sangat mampu menarik perhatian dan rasa penasaran wisatawan asing.

Ia menilai, potensi wisata semarang terbilang besar dan hal tersebut menurutnya perlu banyak promosi. “Kalau di Malaysia sendiri, orang sana tau nya Indonesia paling, Bali, Jogja, Jakarta, Bandung. Untuk Semarang mungkin masih kurang dikenal disana, padahal kan di Semarang sendiri destinasi wisatanya oke juga. Jadi mungkin perlu dibanyakin promosinya Lagi. Salah satunya juga Mangrove ini,” ujarnya Senin (6/5).

Terkait Ekowisata Mangrove Tugu, dirinya mengaku ada keseruan yang didapat disana. “Ini baru pertama kali saya menanam mangrove secara langsung,” imbuhnya.

Sementara itu, Ricko Sinaga, Blogger asal Denpasar Bali membeberkan bahwa wisata mangrove merupakan obyek wisata yang sangat potensial untuk mendatangkan para pengujung. “Ini tinggal pengembangan paket wisata yang mungkin bisa ditambah. Mungkin bisa juga dikasih paket prewed untuk pasangan yang mau nikah,” tambahnya.

Selain itu peningkatan fasilitas umum untuk sebuah obyek wisata juga sangat mendukung agar wisatawan baik lokal maupun mancanegara bisa kembali berkunjung.

Pihaknya juga menambahkan, adanya hasil kreasi lokal bisa membuat Mangrove Tugu akan bisa lebih menarik wiswan. “Tadi untuk makanan sudah, tinggal seperti handy craftnya saja yang mungkin bisa dikembangkan disini, mungkin kedepan akan ada,”tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *