Negara Sahabat Ikut Meriahkan SNC 2017

SEMARANG (asatu.id) – Empat kearifan lokal Kota Semarang di representasikan di acara Semarang Night Carnaval (SNC). Yakni, burung Blekok, Kembang Sepatu, Kuliner, dan Lampion.

Diperagakan oleh sekitar 400 peserta SNC, dengan melenggak lenggok menyita perhatian ribuan warga yang memadati tempat mulainya start SNC 2017, di titik 0 km Semarang.

Selain penampilan devile 4 kearifan lokal Semarang, pertunjukan apik juga disuguhkan khusus dari negara sahabat yang datang untuk ikut menyemarakkan SNC tahun ini, yakni pertunjukan dari Thailand, Sri Langka, Taiwan, Korea Selatan, dan Vietnam. Tak ikut ketinggalan Peserta dalam negeri ada dari Sawah Lunto, Jember, Jepara, dan Kendal.

Wali Kota Semarang Hendar Prihadi mengapresiasi SNC 2017 ini, menurutnya, dari tiap tahun SNC selalu ada peningkatan dari kuantitas dan kualitasnya. “Jadi SNC sudah tidak bicara lingkup pariwisata nasional saja, insyaallah ini sudah menjadi agenda wisata Internasional,” imbuhnya.

Pihaknya menyatakan, gelaran SNC ini diharapkan mampu mendatangkan wisatawan mancanegara untuk berkunjung dan melihat secara langsung gelaran tahunan tersebut.

“Tahun ini ada kepesertaan negara lain, tahun depan akan kita tingkatkan sehingga akan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara,” ungkap Wali Kota yang akrab disapa Hendi.

Sementara, Asisten Deputi pengembangan Segman Pasar Bisnis dan Pemerintah Pariwisata Nusantara, Tazbir, mengapresiasi tinggi atas konsistensi kota Semarang menjadikan even ini sebagai kebanggaan warganya.

“ini juga bukti keseriusan dalam mengembangkan pariwisata Semarang,” katanya.

Pihaknya berharap, semoga SNC bisa menjadi destinasi populer di Indonesia dan internasional. Itu karena, SNC sudah bisa dianggap modal utama ide kreatif dalam mempromosikan dan memajukan pasriwisata.

“Dulu banyak daerah hanya mengandalkan sektor tambang seperti minyak dan batubara sebagai penghasil PAD. Namun kini sudah banyak daerah mulai mengembangkan pariwisatanya. Semarang salah satu daerah yang sangat aktif dalam mengembangkan pariwista,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *