Ekowisata Mangrove Tapak Dilirik Wisatawan Mancanegara

SEMARANG (asatu.id) – Kota Semarang mulai mempunyai banyak destinasi wisata baru. Salah satunya ekowisata mangrove di Tapak, Tugurejo, Kecamatan Tugu.

Dengan memberikan edukasi, pengalaman serta pembelajaran tentang mangrove, nampaknya menjadikan lokasi tersebut mulai dilitik dan diminati wisatawan lokal maupun asing.

Rofik, pengurus Ekowisata Mangrove Tugu mengatakan, sejak dibuka tahun 2015 oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) sudah mampu menyedot wisatawan. Di bulan ini saja, pihaknya mengatakan sudah ada 4 grup atau kelompok yang sudah memesan paket wisata. “Kira-kira ada 20an setiap grup”, ujarnya kepada, asatu.id, Sabtu (6/5).

Selain itu, juga sudah banyak wisatawan asing yang berkunjung di ekowisata tersebut. Dari datanya, sudah ada lebih dari 30 Wisman yang pernah menginjakkan kaki dan menanam mangrove disana. “Ada dari Swedia, Jerman, Belanda. Kebanyakan mereka ingin tau tentang proses pembelajaran tentang mangrove,”imbuhnya.

Ada tiga paket yang ditawarkan untuk wisatawan yang ingin berkunjung. Pertama, jelajah manhrove dan menanam mangrove. Kedua paket menyusuri sungai. Dan yang terkahir paket lengkap plus panen tangkap ikan.

Pihaknya berharap, kedepan Ekowisata Mangrove Tugu bisa menjadi alternatif destinasi wisata unggulan di Semarang. “selain itu juga, kami berharap, Pemkot Semarang bisa mendukung ekowisata ini agar jadi salah satu destinasi wisata unggulan Semarang,” Tukasnya.

Salah satu pengunjung,  Dimas mengatakan, pihaknya sangat menikmati kegiatan acara susur sungai,  ia juga berharap agar ekowisata tersebut bisa berkembang lebih baik lagi.  “Bagus,  tinggal ditambah aja yang belum ada, ” ungkapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *