Wasis dan Dimas Ikuti Ujian Sekolah Pengganti UNBK

SEMARANG (asatu.id) – Wasis Adi Wiratama, dan Dimas Poetra Pratama siswa tingkat SMP Sekolah Luar Biasa Yayasan Pendidikan Anak Cacat (SLBD/D1 YPAC), Jl Ahmad Dahlan Semarang, tidak mengikuti ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) hanya mengikuti ujian setara, yakni Ujian Sekolah (US) pokok. Soal ujian yang dibuat juga disesuaikan dengan kemampuan siswa.

US dilakukan, mulai hari Selasa-Kamis (2-4/5) dengan materi Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris setiap harinya berurutan. US dilakukan mulai jam 07.30 dan berakhir pukul 09.30 WIB.

Dengan dibantu dua guru pendamping yakni Kus Sudarmi dan Fatimah, Wasis Adi dan Dimas Poetra dengan tepat waktu dapat menyelesaikan soal yang diberikan.

Kus Sudarmi mengatakan, Waktu pengerjaan pun dibantu guru pendampin, misalnya ini anak-anak mau mengisi jawaban A, guru pendamping membantu untuk mengisikan.”Anak-anak kesususahan jika mengisi sendiri dengan keterbatasannya,” terangnya, Rabu (3/5).

Wasis Adi, dan Dimas Poetra tak terlalu kesulitan mengerjakan US. Setengah jam sebelum waktu habis dia sudah menyelesaikan soalnya.

Sementara itu Kepala SLBD YPAC Semarang, Kartikawati menjelaskan memang tidak ada muridnya yang bisa mengikuti UNKP. “Karena UNKP mengikuti kemampuan IQ siswa. Bila kemampuan siswa tidak memungkinkan maka disetarakan dengan US. Dimana soal dibuat oleh pihak sekolah yang menyesuaikan tingkat IQ siswa,” ujarnya.

Tahun ini, lanjut dia, UNKP untuk yang SMA, pesertanya laki-laki ada 2 dan perempuan 1 siswa. Untuk yang tingkat SMP tidak melakukan UNKP karena siswa kita memiliki keterbatasan ganda sehingga tidak melaksanakan UNKP, dan diganti ujian sekolah.

Kartikawati melanjutkan, ada total sekitar 80 murid dari tingkat SD-SMA. Dimana metode kurikulum yang diberikan untuk siswa disesuaikan. Cara pendekatan pengajaran yang diberikan untuk siswa berkebutuhan khusus diakui memang pasti berbeda. Materi pelajaran disesuaikan dengan IQ siswa.

“Misalnya hasil tes dari psikolog, yang menyatakan hasil tes IQ anak dengan nilai 75-80, maka siswa tersebut di berikan kurikulum yang sesuai. Siswa dengan IQ tersebut juga dapat mengikuti UN,” pungkasnya.

 

213

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan