Kecanduan Gadget Bisa Bikin Anak Alami Gangguan Loh, Ini Penjelasannya….

Ilustrasi

SEMARANG (asatu.id) – Dari artrikel sebelumnya kita sudah membahas tentang bahaya gawai (gadget) dari pakar telekomunikasi. Nah, dikesempatan kali ini giliran asatu.id beberkan pendapat pakar psikologi tentang bahaya gawai terhadap perkembangan bagi buah hati Momy sekalian.

Saat ditemui asatu.id diruangan kantornya beberapa waktu lalu, Andromeda, S.Psi. M.Psi.Psikolog mengungkapkan, bahwa anak yang sering terpapar gawai cenderung akan mengalami Conduct Disorder atau sebuah gangguan perilaku yang menyimpang dan melanggar norma-norma yang telah diajarkan oleh orang tua maupun sekolah.

“Conduct Disorder biasanya lebih keprilaku menyakiti seseorang, awalnya dari kenakalan biasa seperti bullying , jika dibiyarkan berkembang akan bisa menyakiti dan bisa saja membunuh,” terangnya.

Dosen Psikologi Perkembangan Anak (Klinis Anak) Universitas Negeri Semarang itu mencontohkan, anak yang kecanduan gawai akan merasa cemas, tidak nyaman, ketakutan, serta tidak percaya diri.

Maka itu dirinya menyarankan untuk memberikan pengalihan dengan cara mengembalikan si anak ke dunia nyata.

“Definisi kecanduan itu 5 jam atau lebih main gawai setiap harinya, itu berarti si anak sudah meninggalkan banyak aktivitasnya di dunia nyata. Maka itu, orangtua harus mengembalikan anak ke dunia nyata, contohnya biarkan anak bermain dengan teman sebanyanya dilingkungan luar, main futsal contohnya namun tetap dibawah kontrol orangtua,” sarannya.

Menurutnya, yang utama untuk menghindarkan anak terhadap dampak negatif kecanduan gawai adalah edukasi terhadap orangtua, orangtua harus tau manfaat dan bahayanya gawai terhadap perkembangan anak.

“Kunci utama berada pada pengetahuan orangtua, orangtua harus lebih pintar dari pada anak. Menurut saya gawai sudah masuk hingga seluruh plosok nusantara, jadi orangtua harus mengerti bahaya gawai terhadap anak jika anaknya ingin tumbuh normal dan tidak ada gangguan dimasa yang akan datang. Mirisnya, saat ini masih kurang pelatihan parenting class terkait gadget di masyarakat,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *