Ini Fungsi Ganda Tol Semarang-Demak

SEMARANG (asatu.id) – Jalan tol Semarang-Demak diproyeksikan akan menjadi upaya mengatasi banjir dan rob di Semarang. Hal itu dikarenakan, selain menjadi jalan tol, nantinya bangunan yang terletak di sisi utara Semarang itu juga akan menjadi tanggul laut.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, jalan tol yang berfungsi juga sebagai tanggul laut tersebut ditargetkan akan dimulai pembangunan fisiknya pada awal tahun 2018 mendatang.

Pihaknya mengaku semestinya pembangunan jalan tol Semarang-Demak tersebut akan dilakukan pada tahun 2017. “Ini dirubah karena ada perubahan rencana pembangunan berdasarkan hasil koordinasi dengan seluruh pihak yang terkait,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Hendi, Rabu (3/5).

Dikarenakan perubahan skenario tersebut, titik awal lokasi pembangunan jalan tol harus bergeser dari posisi awalnya. Dimana titik pembangunan akhirnya harus digeser lebih ke utara, dan tidak lagi di titik daratan antara wilayah Semarang dan Demak.

“Pembangunan akan dilaksanakan selama dua tahun anggaran sehingga akhir tahun 2019 mendatang sudah akan dapat berfungsi sesuai rencana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Iswar Aminudin menerangkan, Anggaran pemerintah pusat untuk proyek pembangunan tanggul laut dan Jalan Tol Semarang-Demak ini kurang lebih Rp 9 triliun.

“Anggarannya masuk investasi jalan tol Semarang-Demak. Dalam pembangunan ini, kami pertama menangani kaitan permasalahan sosial dan pembebasan lahan,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *