4 Strategi Hilangkan Kesan Kumuh di Semarang

Wali-Kota-Semarang-Hendrar-Prihadi-mengecat-rumah-warga-yang-dijadikan-kampung-pelangi-di-wonosari-kel.-randusari

SEMARANG (asatu.Id) – Untuk mengentaskan kekumuhan di Kota Semarang, Wali Kota Semarang mengakui setidaknya mempunyai 4 strategi gebrakan sebagai ujung tombak untuk menghilangkan kesan kumuh di Kota Lumpia.

Program arsitek masuk kampung. Program ini Hendi, sapaan akrab Wali Kota, menandatangani MoU kerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Tengah. Dari MoU tersebut, Hendi menempatkan minimal dua orang arsitek di setiap kecamatan sebagai mitra pemerintah mendesain pemukiman untuk tidak terkesan kumuh.

Lalu, kampung tematik yang ada 32 titik di Kota Semarang. Adanya program kampung tematik tersebut, kampung-kampung yang dulu kumuh tersebut kini telah berubah menjadi daya tarik kunjungan ke Kota Semarang, Di tahun 2017 ini ditargetkannya akan menambah 100 titik kampung tematik.

Kemudian revitalisasi pasar yang bertujuan untuk membuang kesan kumuh dari pasar tradisional di Semarang. Dimana hampir seluruh Pasar Tradisional di Semarang telah direvitalisasi.

Dan yang nomor 4, yakni Kampung Pelangi di Dukuh Wonosari. Dengan memaksimalkan topografi dan letak rumah di kawasan tersebut serta terinspirasi daerah Rio De Janeiro, Brazil dengan cara mengecat rumah warga dengan aneka warna, kini Dukuh tersebut menjadi jujugan destinasi wisata baru di Semarang.

Hendi mengakui, bahwa perubahan-perubahan dan pencapaian yang ada di Semarang merupakan kerja keras bersama antara pemerintah dan seluruh masyarakat dari semua lapisan.

“Pembangunan di Kota Semarang ini seperti berjalan di atas empat roda. Keempat roda tersebut adalah pemerintah, pengusaha, pewarta dan juga penduduk atau elemen masyarakat. Jadi jika satu roda saja goyah, maka percepatan pembangunan pun tak akan optimal, “tukasnya, Rabu (3/5).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *