Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Fotografi

Sertifikasi Kompetensi dan Profesi FotografiSEMARANG (Asatu.id) – Dalam Ngobrol Santai Tentang Sertifikasi Fotografi, Harsos Harry Reinald selaku pembicara mengatakan, sertifikasi atau kompetensi kerja merupakan kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Untuk mencapai kemampuan kerja yang dimaksud, lanjut Harsos, dapat ditempuh melalui Pelatihan Kerja atau juga Kursus, yang keduanya menggunakan rencana pembelajaran atau rencana pelatihan.

Fotografer profesional itu mengatakan, seorang fotografer juga harus memiliki sertifikasi, dia menceritakan pada 25 Juni 2014 lalu dirintislah pendirian Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) untuk mengakomodir fotografer Indonesia agar bersertifikasi dan mampu bersaing di pasar bebas ASEAN.

“Saat itu, tugas perdana APFI adalah melengkapi persyaratan administrasi dan legal. Setelah semuanya beres, lalu dikeluarkanlah surat untuk pendirian Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia (LESKOFI),” terangnya saat memberikan materi kepada puluhan peserta di di Ferris Club CitraGrand Semarang, beberapa waktu lalu.

Untuk memperluas wawasan dan jaringan APFI dan LESKOFI bermitra dengan berbagai lembaga seperti Kemdikbud, dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). APFI sendiri, lanjut dia, sedang menjalin komunikasi dengan beberapa lembaga nasional lainnya.

“Dalam mendukung grakan pemerinatah yaitu Indonesia Kompeten, serta dalam rangka menyiapkan para pelaku di bidang fotografi Indonesia menyambut area pasar bebas ASEAN maka perlu terus diadakan pemetaan, pembekalan, dan peningkatan kualitas bagi para pelakunya,” terang dia lagi.

Ketua Harian APFI Nasional itu menambahkan, salah satu cara untuk mengukur peningkatan kualitas tersebut adalah melalui Uji Kompetensi.
Dari beberapa kali pelaksanaan Uji Kompetensi di level 3, ujar dia, APFI mendapatkan data bahwa masih perlu banyak dilakukan pelatihan dan peningkatan kualitas bagi para fotografer di berbagai daerah di Indonesia.

Selain Bidang SDM yang bertugas memetakan dan meningkatan kualitas SDM anggota APFI yang berada di wilayahnya masing-masing, imbuh dia, terdapat juga bidang Hukum, Humas, Bisnis, dan Litbang. Masing-masing bidang tersebut memiliki agenda kerja. Meski hasilnya belum berasa, namun paling tidak rintisan untuk mejadikan fotografi Indonesia lebih baik dan terus digulirkan, tegasnya.

“Sebelum kita mampu meingkatakan daya saing di wilayah ASEAN, kita harus memperkuat diri dahulu,” pungkas Ketua Program Studi Fotografi dan film, Fakultas ilmu Seni dan Sastra, Universitas Pasundan, Bandung itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *