Ini Strategi Rahasia Wali Kota Semarang Percepat Pembangunan

SEMARANG (asatu.id)  – Model pemerintahan partisipatif akan terus digencarkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi untuk percepatan pembangunan di tengah Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota yang sangat terbatas.

Hal tersebut merupakan komitmennya melakukan percepatan pembangunan yang bisa dirasakan langsung masyarakat dan tepat sasaran.

Dirinya mengatakan  kelebihan dari pola partisipatif itu adalah masyarakat bisa ikut terlibat, ikut menentukan titik prioritas, ikut merawat, juga ikut andil dalam percepatan pembangunan Kota. Mulai dari monitoring bahkan sampai dengan pelaksanaan.

“Tadinya semua ragu dengan model pemerintahan partisipatif, tapi sekarang sudah banyak contoh-contoh penerapannya di Kota Semarang. Misalnya, seperti program Kampung Tematik yang bisa berjalan dengan baik meskipun anggarannya dari pemkot hanya Rp 200 juta,” ujarnya, Selasa (2/5).

Ia membeberkan,  bahwa dalam pelaksanaan pembuatan kampung tematik di beberapa wilayah itu diperkirakan menyedot anggaran sekitar Rp 500 – 800 juta. Padahal anggaran yang disiapkan dan diberikan oleh pemkot hanya Rp 200 juta.

“Lalu dananya dari mana ?  Ya dari pertisipasi masyarakat,” ungkap wali kota yang akrab disapa Hendi ini menjelaskan.

Ia mencontohkan lagi mengenai Kampung Pelangi di daerah Wonosari di belakang Pasar Kembang. Jika diestimasikan pembuatannya mencapai sekitar Rp 2 – 3 miliar, tapi tanpa bantuan APBD pun sekarang sudah berjalan.

“Dari mana (dana) itu? partisipasi masyarakat juga,” terangnya.

Ia menegaskan, jika pembangunan hanya mengacu pada jumlah APBD Kota Semarang yang Rp 4,7 triliun, maka pembangunan tidak akan bisa berjalan masif.

Harapannya dengan partisipasi masyarakat setiap tahunnya Semarang bisa melakukan percepatan pembangunan lebih baik lagi.

“Ini bukan karena pemerintah tidak mau mengeluarkan uang, tapi karena semua tahu bahwa APBD kota ini dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya jauh tertinggal. Jadi kalau cuman mengandalkan APBD,  ya tidak akan masif, ” tukasnya.

274

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan