40 Sekolahan Masih Betah Lakukan UNKP

SEMARANG (asatu.id) – Sebanyak 40 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kota Semarang masih melakukan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin, saat melakukan tinjauan lapangan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan UNKP ke beberapa sekolah di Kota Semarang.

Pihaknya menjelaskan, bahwa 40 sekolah yang masih UNKP ini merupakan sekolah dengan jumlah siswa yang kecil, sehingga masih merasa tidak perlu menggunakan komputer.

Kendati demikian, peningkatan peserta UNBK di Kota Semarang sudah mencapai 80 persen, imbuh dia, namun pihaknya masih mengizinkan beberapa sekolahan untuk tetap melangsungkan UNKP.

“Saat ini kan masih bertahap, ada 40 SMP di Semarang yang ujian tertulis terbagi atas 23 SMP dan 17 MTs. Memang belum diwajibkan untuk UNBK,” ungkapnya.

Bunyamin menambahkan, nantinya pemerintah akan memberikan bantuan melalui APBD kepada sekolah yang sudah menyelenggarakan UNBK tetapi menginduk guna mengapresiasi tekad mereka yang berani melaksanakan UNBK meski ada keterbatasan.

“Nanti dari APBD, kita fokuskan pada sekolah-sekolah yang sekarang sudah berani melaksanakan UNBK walaupun masih menginduk. Sebab itu kan sudah tekad yang baik untuk mau bersama-sama maju,” tegasnya.

Hanya saja, lanjut dia, UNBK bukan lagi sekedar imbauan namun sudah menjadi kepentingan bersama, untuk bergerak maju memanfaatkan teknologi yang ada.

“Tahun ini sudah 88 persen, dan insya allah tahun depan target 100 persen sekolah yang melaksanakan UNBK dapat tercapai,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *