Soal ini, Indonesia ketinggalan dengan Thailand dan Vietnam

SEMARANG (asatu.id) – Sebanyak 1,65% dari total jumlah penduduk di Indonesia menjadi seorang pengusaha. Namun menurut penjelasan Sugiarto Sumas, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan jumlah tersebut dirasa masih tertinggal dibandingan dengan negara-negara tetangga lainnya.

Dia pun mencontohkan, saat ini di Vietnam sebanyak 3,3% penduduknya adalah pengusaha. “Di Thailand suah mencapai 4,5%. Jadi di negeri kita masih sangat tertinggal,” jelasnya saat menjadi pembicara pada acara wisuda ke-59 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) di Hotel Patra Jasa, Semarang, Rabu (26/4).

Dia pun mengatakan, bahwa saat ini Indonesia membutuhkan 5,8 Juta pengusaha baru. 5,8 juta pengusaha baru ini terkait dengan standar World Bank yakni jumlah pengusaha setidaknya 2% dari jumlah penduduk suatu negara.

“Jadi saya menuntut para lulusan sarjana itu tidak harus mencari pekerjaan. Kalau memungkinkan, bukalah pekerjaan,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bagi lulusan sarjana adalah menghadapi pasar dunia dengan memiliki inovasi-inovasi yang baik. Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa saat ini, terdapat sejumlah 570 ribu sarjana yang menganggur dari 11 juta lebih sarjana di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Sugiharto, menyebutkan, bahwa  kunci untuk menjadi seorang pengusaha adalah tekad dan keberanian melangkah.

“IPK dan gelar itu penting, namun tidak menjadi patokan. Maka lengkapi diri anda dengan kompetensi lain agar menjadi lebih baik. Prinsip wirausaha itu lebih baik gagal dan mencoba, daripada mencoba dan gagal,” pungkasnya.

449

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan