Demi Johar, Agus Terima Berapapun Duit Dari Pusat

SEMARANG (asatu.id) – Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang Agus Riyanto mengakui bahwa anggaran untuk membangun kembali Pasar Johar memang sangat besar.
Namun hal tersebut tidak menghalangi pihaknya untuk mengembalikan Pasar Johar dan membangun alun-alun beserta basement untuk parkir di bekas Pasar Yaik tersebut.
Agus mengatakan, pihaknya tidak menuntut semua anggaran revitalisasi Pasar Johar dibantu oleh pusat. Berapapun dana anggaran yang dikucurkan pusat, ia akan menerimanya dengan suka cita.
Hal itu diungkapkan karena dirinya siap menopang anggaran dana revitalisasi yang dibutuhkan dengan APBD Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Kami tidak menuntut semua. Mau dibantu separuhnya, mau dibantu Rp200 miliar atau berapa pun insya’Allah akan kami terima. Tinggal nanti sisanya kita kelola dari APBD Kota Semarang serta kita akan nyuwun bantuan pak Gubernur Ganjar Pranowo,” ungkapnya, Rabu (26/4).
Dikatakannya, dari hasil penghitungan konsultan, secara keseluruhan pembangunan Pasar Johar memakan anggaran sekitar Rp 700 miliar. Dana terbesar, menurutnya, adalah merevitalisasi heritage Pasar Johar, yakni sebesar Rp 400 miliar.
“Yang jelas tahun ini sudah mulai dibangun dengan anggaran Rp50 miliar untuk penguatan cagar budaya tahap pertama,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah menemui Presiden Joko Widodo untuk meminta bantuan Pemerintah Pusat dalam rangka melakukan percepatan pembangunan Pasar Johar pasca dilalap si jago merah pada 2015 lalu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *