Manager Afgan Laporkan PJS Entertaiment Ke Polisi

Foto Caption : Dari Kiri Manager Afgan, Antonius Alexander, General Manager Hotel Horison Semarang Adi Danindra, Afganisme Stefen (Imboh Prasetyo)

SEMARANG (Asatu.id) – Pasca pembatalan konser penyanyi Afgan pada Sabtu (15/4) lalu, akhirnya berbuntut panjang. Banyak pihak yang merasa dirugikan karena pembatalan konser tersebut. Salah satunya yaitu Hotel Horison Semarang sebagai penyedia tempat berlangsungnya konser pria bernama asli Afgansyah Reza itu.

Melalui press conference dihadapan para awak media Jawa Tengah, Selasa (25/4), General Manager Hotel Horison Semarang Adi Danindra mengungkapkan kekecewannya.

Lebih lanjut dia menceritakan, pihaknya merasa dirugikan atas pembatalan konser tersebut. Menurutnya pihak PJS Entertainment sebagai Event Organizer (EO) tidak bertanggung jawab, alhasil nama Hotel Horison Semarang tercoreng.

“Kami disini ingin meluruskan terkait rilis di media yang disampaikan pihak PJS Entertainment (Event organiser), kami disini merupakan korban dari PJS. Pasalnya terkait dalam  sewa menyewa ballroom kami hingga waktu mendekati konser tiba, belom adanya proses pelunasan penyewaan. Mereka hanya memberikan DP, itu pun digunakan untuk pengurusan perijinan keramaian,” tambahnya,  saat memberikan keterangan di Hotel Horison Semarang, Selasa (25/4).

Ditempat yang sama, Manager Afgan, Antonius Alexander turut mengutarakan kekecewaanya, pihaknya juga merasa sangat dirugikan. Pasalnya Afgan sendiri sudah semangat untuk mengunjungi Kota Semarang  untuk menyapa para pengemarnya.

“Awalnya PJS Entertainment bekerjasama dengan baik, sampai H-1 proses pembayaran ditarik ulur namun aktifitas menuju konser tetap berjalan. Singkat cerita, hingga hari H sekitar pukul 06.30 WIB kami dengan terpaksa membatalkan konser ini karena tidak ada kejelasan dari pihak PJS Entertainment terkait pelunasan biaya kontrak,” bebernya.

Selain hal tersebut, masih menerangkan, pembatalan tersebut dipicu persoalan yang tidak masuk akal dari pihak PJS Entertainment. Menurut PJS Entertainment pembatalan tersebut di akibatkan dikarenakan sepinya penonton.

“Sepinya penonton itu tidak masuk akal. Tapi ya sudahlah sudah terlanjur, Sebenarnya Dia (Afgan) ingin sekali manggung di Semarang,” terangnya.

Dengan adanya kejadian ini pihak manajemen Afgan yang merasa dirugikan melaporkan ke pihak yang berwajib menutut agar PJS Entertaiment bisa menyelesaikan admistrasi yang menjadi tanggung jawabnya serta agar kejadian tidak akan terjadi lagi. “Dari pembatalan konser ini Afgan hanya memikirkan nasib pengemarnya. Bahwasannya Afgan nggak kapok kok buat manggung di Semarang lagi,” tukasnya.

Sementara itu perwakilan Afganisme (nama penggemar Afgan), Stefen menuturkan sampai saat ini refund tiket (pengembalian tiket) tidak terjadi. “Kami kecewa,katanya mau dibalikin tiketnya segara, eeh sampai saat ini nggak ada. Padahal temen-teman kami ada yang dari luar negeri. Pertama ngomongnya manis, lembut eeh endingnya janji tersebut tidak ditepati,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *