Libur Panjang Grand Maerakaca Semarang Padat Wisatawan

SEMARANG (asatu.id) – Libur panjang di akhir bulan April ini dimanfaatkan oleh ribuan wisatawan yang terlihat hilir mudik disekitaran Grand Maerakaca Taman Mini Jawa Tengah (Jateng) yang berada di Pekan Raya Promosi dan Pembangunan (PRPP) Jateng, Jalan Anjasmoro Semarang.

Dari penglihatan asatu.id dikawasan wisata itu, terlihat anak-anak hingga orang dewasa berkeliling mencari lokasi favoritnya masing-masing. Ada yang sekedar foto-foto, naik kapal, duduk sembari menikmati pemandangan, serta makan bersama orang kesayangan.

Salah satu penjaga tiket, Rouf mengatakan, untuk hari ini saja pengunjung sudah mencapai kurang kebih 5 ribu orang dari berbagai wialayah Semarang dan sekitrnya.

“Jumlah pengunjung naik derastis ya, kami belum bisa memastikan jumlahnya. Tapi kurang lebih hari ini udah ada 5 ribu orang,” ungkapnya, Senin (24/4) sore.

Untuk dapat memasukai kawasan Grand Maerakaca Taman Mini Jateng, anda cukup menyediakan uang senilai Rp. 8 ribu setiap orangnya di hari libur. Tiket tersebut dapat digunakan untuk berkeliling mengitari anjungan atau miniatur provinsi Jateng.

Selain itu, terdapat juga berbagai spot menarik seperti Jembatan Harapan, Trekking Mangrove, serta spot menarik lainnya untuk berfoto selfi atau berfoto bersama orang kesayangan.

Namun disayangkan, dari padatnya wisatawan yang datang, masih terdapat oknum pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan di area wisata tersebut.

Sementara itu Firdaus Kusuma berpendapat, Grand Maerakaca merupakan salah satu tempat wisata yang sudah bagus dan fasilitasnya sudah memadai.

“Aku baru pertama kesini. Pemendagannya bagus, namun harapan aku Grand Maerakaca dapat dipercantik lagi agar semakin Indah dan semakin banyak masyarakat yang berkunjung,” jelas pekerja asal Magelang itu.

Ditempat terpisah Icha mengatakan, baginya Grand Maerakaca ini merupakan tempat yang edukatif bagi masyarakat.

“Ini salah satu tempat wisata murah bagi keluarga dan masyarakat. Selain bisa sebagai tempat piknik yang bagus, wahana ini juga bisa dijadikan sebagai tempat menambah ilmu bagi anak-anak dan masyarakat pada umumnya,” pungkas salah satu mahasiswi di Semarang itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *