GP Ansor Jateng Tegaskan Politik Kenegaraan

BATANG (asatu.id) – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jateng menutup rangkaian kegiatan Harlah ke-83 dengan apel kesetiaan Pancasila dan NKRI.  Bertempat di Lapangan Wisata Agro Kebun Jolotigo, Desa Tombo Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (24/4).

Kepala Satuan Koordinasi Wilayah ( Kasatkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jateng Hasyim Asy’ari yang selaku instruktur apel menegaskan, bahwasanya sesuai khittah Nahdlatul Ulam (NU), Ansor-Banser tidak dukung-mendukung dalam pesta demokrasi. “Politik kita adalah politik kenegaraan. Bukan politik partisan” Kata Hasyim, Senin (24/4).

Lebih Lanjut dirinya juga menegaskan peran kader NU sebagai penjaga keutuhan NKRI. “Kita adalah bagian dari NU yang selalu menampilkan ideologi keseimbangan dan perdamaian, bukan ekstrim kanan maupun kiri. Karena itu sudah jadi pandangan kami maka sikap kami pada ekstrimis adalah bagian yang harus dihadapi. Semua dalam rangka kerangka menjaga keutuhan NKRI,” Ungkapnya.

Selain hal tersebut pihaknya juga menyampaikan pesan Habib Luthfi bin Yahya agar menjalankan ideologi keagamaan yang sesuai dengan bhineka tunggal ika dengan sungguh-sungguh. Yaitu sebagai garda terdepan dalam menjaga dan mengawal keutuhan NKRI.

“Ansor Banser harus sungguh-sungguh berorganisasi, tidak boleh main-main, tidak boleh setengah-setengah, karena Ansor dan Banser garda terdepan menjaga NKRI, menjaga paham aswaja an-nahdliyah,” ucap Hasyim saat menyampaikan pesan Habib Luthfi.

Dia menambahkan, Ansor lahir tahun 1934 atau sebelum republik ini berdiri. Maka konsekuensinya Ansor Banser memiliki tanggungjawab untuk menjaga perjuangan ulama yang susah payah mendirikan dan memperjuangkan kemerdekaan republik ini.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *