Temuan Empat APAR Dilaporkan ke Reskrim Polrestabes Semarang

SEMARANG (asatu.id) – Empat Alat Pemadam Api Kecil (APAR) yang ditemukan oleh petugas kebersihan Terminal Mangkang akhirnya dilaporkan Dinas Perhubungan Kota Semarang kepada Reskrim Polrestabes Semarang, Kamis (20/4). Diduga empat APAR yang hilang tersebut berkaitan dengan kasus hilangnya 32 ban serep BRT Trans Semarang yang pernah dilaporkan Januari lalu.
Temuan itu ketika petugas kebersihan membereskan rumput di area Terminal Mangkang, Kamis (20/4). Setelah menemukan, petugas melaporkannya ke Staf PT Mahesa, Supriyanto dan kemudian diteruskan ke Tatang, Direktur PT Mahesa, selaku operator Koridor I.

Kasubag Tata Usaha BLU BRT Tras Semarang, Ade Bhakti mengatakan, setelah Manajer Operasional Trans Semarang, Mulyadi mendapat telepon dari Direktur PT Mahesa, pihaknya melakukan croscek dengan datang ke lokasi.

Ade menambahkan, setelah dilakukan pengecekan, empat APAR dalam kondisi segel rusak dan sudah terlepas kesemuannya serta tabung dalam keadaan kosong.

Dengan arahan Reskrim Polrestabes Semarang, setelah dipotret, akhirnya empat tabung APAR dipindahkan dari lokasi penemuan ke Kantor PT Mahesa di lingkungan Terminal Mangkang. Pemindahan dilakukan dengan menggunakan plastik, agar sidik jadi tidak bertambah. “Ini kami laporkan juga ke Reskrim Polrestabes, selaku pihak yang menangangi kasus berkaitan dengan 32 ban serep BRT yang hilang kemarin,” ungkapnya, Kamis (19/4).

Saat ini, pihak kepolisian juga tengah menyelidiki dugaan korupsi, terkait adanya sewa menyewa delapan unit BRT yang belum saatnya berpoerasi di trayek dua koridor selama dua bulan antara Mei hingga Desember 2016 dengan nilai Rp 200 juta.

191

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan