Warga Bulu Lor Tolak Adanya FPI

Warga masyarakat menolak keberadaan FPI di Kota Semarang (Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Rencana pembentukan Front Pembela Islam (FPI) Kota Semarang yang dilaksanakan Kamis (13/4) malam di rumah Ketua Advokasi Hukum FPI Jawa Tengah Zainal Abidin alias Zaenal Petir menuai banyak penolakan.

Selain penolakan dari berbagai organisasi masyarakat di Kota Semarang, penolakan juga muncul dari warga Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara.

Warga Bulu Lor Rt 07 Rw 06 contohnya, menolak secara tegas adanya FPI di Kota Semarang. Menurut NN warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya, FPI tidak memiliki tujuan jelas.

“Kemarin dapat informasi adanya kegiatan ini, tapi warga nggak setuju adanya FPI karena nggak jelas tujuannya. Katanya mau bikin pengajian akbar tapi sampai sekarang nggak ada,” jelasnya.

Sementara itu Riko salah satu warga Bulu Lor lainnya berpendapat, Jawa Tengah khususnya Kota Semarang sudah aman tanpa keberadaan FPI. Sehingga tidak diperlukan adanya FPI di Kota Semarang.

“Semarang sudah aman ya selama ini, Jadi nggak perlu adanya FPI disini. Toleransi di Semarang sudah sangat baik,” pungkasnya.

Sementara itu, 15 orang yang akan mendeklarasikan diri sebagai FPI Kota Semarang diamankan menggunakan kendaraan Barakuda oleh para petugas berwajib menuju Polrestabes Semarang.

529

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *