Demi Kondusifitas, Polrestabes Sterilisasi Gereja Di Semarang

Petugas unit satwa Polrestabes Semarang melakukan penyisiran di salah satu gereja (Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Petugas Polrestabes Semarang terlihat melakukan sterilisasi di Gereja Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci atau yang akrab di sebut Gereja Katedral, Kamis (13/4) siang.

Dari pantuan asatu.id dilapangan, petugas Polrestabes Semarang bersama anjing pelacak bernama Popi menyisir area gereja yang berada di dekat Tugu Muda Semarang itu.

Pjs Kasubnit Satwa Polrestabes Semarang, Aiptu Iswanto menyampaikan, kegiatan tersebut dilakukan guna kelancaran serta antisipasi terjadinya aksi teror selama perayaan ibadah hari Paskah dilakukan.

“Demi menjaga kondusifitas Kota Semarang, kami akan melakukan pengamanan hingga ibadah Paskah berakhir. Untuk penyisiran kami pusatkan di beberapa gereja besar, namun seluruh gereja di Kota Semarang akan mendapat pengamanan agar umat Kristiani dapat beribadah dengan khidmat selama serangkaian Paskah berlangsung,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan sementara, lanjut Iswanto, tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan. Dirinya berharap selama rangkaian Paskah dilakukan tidak ada sesuatu hal yang menganggu hingga acara berakhir.

Panitia Paskah sibuk membuat dekorasi perayaan (Imboh Prasetyo/asatu.id)

Tak hanya petugas keamanan saja yang terlihat sibuk, para panitia Paskah pun tak kalah sibuknya. Dari pandangan asatu.id para panitia nampak hilir mudik mempersiapkan serangkaian Paskah yang akan berakhir hingga Minggu (16/4) nanti.

Menurut penuturan Ketua Panitia Paskah 2017 Gereja Katedral, Antonius Budi Siswanto,  jemaat yang akan mengikuti ibadah Paskah diperkirakan mencapai 7 ribu orang. Dalam Paskah tahun ini, pihaknya mencoba menyatukan konsep dengan tema keberagaman dengan pesan peradaban kasih.

“Pengalaman kami, jemaat akan ramai pada misa pertama pada pukul 18.00 WIB nanti. Untuk antisipasi serta keamanan akan ada petugas kami yang bertugas di luar maupun dalam gereja,” terangnya.

Demi kenyamanan bersama, Budi mengimbau, agar para jemaat tidak membawa barang berlebih yang tidak diperlukan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *