Warga Tak Permasalahkan Jenazah Adit, Terduga Teroris Asal Ngaliyan Semarang

(imboh prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Salah satu jenazah terduga teroris asal Semarang yang dilumpuhkan oleh kepolisian di Kabupaten Tuban, Satria Aditama (19) alias Adit, akhirnya tiba di rumah duka, Jl. Karonsih II RT 05 / RW 04, Ngaliyan, Semarang, Rabu (12/4) dini hari.

Setelah melalui tes forensik dan pencocokan DNA dengan pihak keluarga, akhirnya jenazah Adit dibawa pulang pihak keluarga dengan kawalan ketat kepolisian dari Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
Setelah tiba di rumah duka, jenazah Adit sempat disemayamkan sekitar 10 menit. Terlihat, puluhan warga sekitar memadati rumah duka, untuk menunggu dan menghadiri prosesi kedatangan jenazah Adit.
Satria Aditama alias Adit kemudian dishalatkan oleh warga di Masjid Baitussalam Ngaliyan, setelah itu langsung dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Giriloyo, Jl. Prof. Hamka Ngaliyan.
Menurut beberapa warga yang hadir di rumah duka, tidak ada penolakan terhadap almarhum.
“Tidak ada penolakan terhadap jenazah Adit, karena bagaimanapun juga dia merupakan warga sini. Urusan perilaku almarhum, biarkan dipertanggungjawabkan dengan Allah SWT. Kita hanya perlu mendoakan yang terbaik bagi almarhum dan keluarganya,” ujar Modin Desa Ngaliyan, Ahmad Zairi, Rabu (12/4) dini hari.
Koordinator Karang Taruna RT 05 RW 04 Desa Ngaliyan, Putra mengatakan, almarhum merupakan salah satu pemuda yang dikenal baik oleh warga dan aktif dalam organisasi.
“Dia baik, dia bisa bersosialisasi dengan temannya. Dulu dia aktif di organisasi Karang Taruna RT 05 RW 04, namun kemudian sempat pasif sejak 4 bulan yang lalu,” katanya kepada asatu.id di rumah duka.
Dalam kesempatan itu, Wakapolrestabes Semarang AKBP R. Setijo Nugroho Hasto menghadiri proses pemakaman Satria Aditama. Dia sempat berbincang dengan keluarga almarhum dan ikut mengantarkan jenazah ke pemakaman.
“Kita ambil hikmah positif dari kejadian ini. Kita harus semakin meningkatkan kewaspadaan dan komunikasi antar warga, dalam rangka menanggulangi ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945. Mari kita bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat untuk menanggulangi paham-paham teror yang tidak sesuai dengan tata kehidupan di Negara ini,” tutup Setijo Nugroho Hasto.
Sebelumnya, Satria Aditama alias adit bersama kelima temannya berusaha melakukan penyerangan terhadap anggota Satlantas Polres Tuban, Sabtu (8/4) sekitar pukul 09.00 WIB.
Selanjutnya pihak kepolisian yang terdiri dari Brimob dan Densus 88 melakukan pengepungan serta terjadi baku tembak. Dalam aksi baku tembak itu, keenam terduga teroris akhirnya tewas di kebun jagung sekitar perkampungan Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
305

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan