Riski Terduga Teroris Pamit Pergi Ke Surabaya 

(imboh prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Riski Rahmat terduga teroris yang ditembak mati aparat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) saat adu tembak di Kabupaten Tuban beberapa waktu lalu merupakan warga Jalan Kerapu 2, RT 9 RW 2, Kuningan, Semarang Utara.

Menurut saudara sepupu Riski, AW, sebelum pergi Riski berpamitan kepada kedua orang tuanya.
“Katanya sih mau pergi ada acara, kalau nggak salah ke Surabaya,” terangnya di Jalan Kerapu 2, RT 9 RW 2, Kuningan, Semarang Utara, Selasa (11/4) malam.
AW menceritakan kepada asatu.id, bahwa kakak Riski bernama Roma Setiawan sudah meninggal karena sakit.
“Kakanya meninggal karena sakit, Istrinya juga sudah meninggal beberapa waktu lalu karena pendarahan. Riski udah punya satu anak laki-laki, usianya kurang lebih 1,5 tahun,” ungkapnya.
AW menjelaskan, sebelum kakak Riski meninggal, Riski bersikap urakan yang suka mabuk-mabukan. Namun setelah kakanya serta istrinya meninggal Riski bertaubat.
“Setelah kakaknya meninggal saya sering nasehatin Riski agar berubah, soalnya Riski jadi anak pertama yang menjadi panutan adik-adiknya. Udah bagus raji sholat dan taubat, tapi kok malah keblabasan. Ya, sebenarnya saya agak curiga saat Riski mulai bersikap tidak wajar. Contohnya waktu lebaran lalu nggak mau jabat tangan sama ibuk saya,” pungkasnya.
Riski, tambah AW, merupakan anak kedua dari 5 bersaudara. Riski, harus meninggalkan anak semata wayangnya, 3 adik beserta kedua orangtuanya.
Dari penelusuan asatu.id kedua orang tua Riski bernama Edi Supriyanto serta Aminah warga Jalan Kerapu 2, RT 9 RW 2, Kuningan, Semarang Utara.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *