Dua Kali Kecelakaan, Joko Minta BRT Dievaluasi

SEMARANG (asatu.id) – Pengamat transportasi Unika Soegidjapranata Semarang, Joko Setijowarno meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan evaluasi terkait operator dan regulator Bus Rapid Transit (BRT) Koridor 6.

Pihaknya menilai, bahwa ada yang belum beres dalam operator dan regulatornya. Ia meminta agar BRT koridor jurusan Unnes-Undip tersebut untuk sementara dihentikan terlebih dahulu operasionalnya.

“Penghentian sementara dimaksudkan untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya, Sabtu (8/4).

Joko mengungkapkan, koridor 6 bukan merupakan jalur rawan yang dilewati BRT. Menurutnya, tidak ada satu pun jalur BRT di Semarang yang membahayakan penumpang, mengingat sebelumnya ada layanan bus serupa rute Unnes dan jarang mengalami kendala.

Sebelumnya telah terjadi kecelakaan BRT di koridor 6. Minggu (2/4), armada BRT koridor 6 nomer lambung VI-003 tabrakan dengan mobil pickup di Jalan Pawiyatan Luhur. Dan terbaru, Jumat (7/4) BRT nomer polisi H 1265 AW mengalami kecelakan menabrak warung kosong di kawasan jalur Unnes.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *