Sudah 3 Kali Dihukum, Ading Bikin “Ulah Lagi”

SEMARANG (asatu.id) – Ahmad Fadillah alias Ading mungkin betah mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Nusakambangan Cilacap. Pasalnya, residivis yang tersangkut kasus narkoba sebanyak 3 kali ini bikin ulah lagi.

Diketahui, Ading merupakan warga binaan Lapas Narkotika Nusakambangan Cilacap yang sudah 3 kali tersangkut masalah narkotika. Dari hasil pemprosesan kasusnya yang terahkir pada tahun 2015, dia terbukti mengendalikan narkotika jenis sabu di Surakarta dengan barang bukti sebanyak 50 gram.

Selama 3 kali ulahnya, Ading dihukum 7 tahun penjara untuk perkara pertama, 4 tahun penjara perkara kedua, serta 10 tahun untuk perkara ketiga.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah (Jateng) Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo menyampaikan, bahwa Ading kembali berulah menjadi salah satu dalang pengiriman paket narkotika jenis sabu melalui jalur darat dari Jakarta menuju Surakarta.

“Beberapa waktu lalu di bulan April, tim BNNP Jateng mendapatkan informasi bahwa akan ada pengiriman paket jenis sabu dari Stasiun Senen Jakarta menuju Stasiun Jebres Surakarta. Tak berselang lama, akhrinya tim BNNP Jateng menangkap seorang kurir bernama NS. Setelah digeledah ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 500 gram (1/2 kilogram),” jelasnya dalam siaran pers di Kantor BNNP Jateng, jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Kamis (6/4).

Dari pemeriksaan terhadap tersangka, lanjut dia, NS diperintah Wahyudi yang merupakan warga binaan Lapas Ambarawa, Kabupaten Semarang untuk berangkat ke Jakarta mengambil paketan narkotika yang selanjutnya dibawa ke Surakarta.

“Dari pemeriksaan tersangka, Wahyudi mengaku bekerjasama dengan Ading untuk memesan narkotika ke Jakarta,” bebernya.

Setelah itu, tambah dia, tim BNNP Jateng berkoordinasi dengan kantor Kemenkumham Jateng untuk melakukan penggeledahan serta penyitaan terhadap barang bukti alat komunikasi yang digunakan Wahyudi dan Ading, kemudian diseret ke kantor BNNP Jateng guna dilakukan proses penyelidikan. Kepada para tersangka dikenakan Pasal 112, 114 dan 132 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan dari jaringan Sutrisno alias Pak Tris alias Babe yang diungkap BNNP Jateng beberapa waktu lalu dengan barang bukti sebanyak 1 kilogram narkotika jenis sabu. Sementera semua berkas perkaran jaringan Babe sudah lengkap alias P21 sehingga semua tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke Kejaksaan untuk segera disidangkan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *