Pengusaha Truk Keluhkan Banyaknya Pungli

SEMARANG (asatu.id) – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Truck Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah (Jateng) bekerjasama dengan Kamar Dagang & Industri (Kadin) Jateng gelar seminar Indonesia Truckers Club Talkbiz bertajuk Bisnis Transportasi Aman Tanpa Monopoli dan Pungli.

Menghadirkan Ketua Umum Aptrindo Gemilang Tarigan serta Pokja Pencegahan Satgas Saber Pungli Pusat Agustian. Terlihat ratusan orang tampak menikmati dengan hikmat acar yang di gelar di Hotel Patra Jasa itu.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truck Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan dalam materinya menyampaikan bahwa membengkaknya biaya yang diakibatkan pungutan liar (pungli) yang menyasar kepada sopir oleh para preman atau oknum aparat saat melintas di jalan raya membuat para pengusaha jasa angkutan transportasi darat, khususnya truck mengeluhkan hal tersebut.

“Kami sebagai pengusaha transportasi angkutan darat meminta kepada pemerintah untuk memberantas pungki yang meresahkan para pengusaha. Untuk itu pemerintah dapat segera menerapkan tarif angkutan yang jelas sehingga tidak ada lagi pungkli kepada preman sebagai jasa kawalan,” tegasnya, Rabu (5/4).

Lanjut dia, pihaknya juga meminta kepada pemerintah agar disetiap ruas jalan raya dapat diberikan tanda atau plang yang menyampaikan pesan bahwa jalan tersebut hanya bisa dilintasi oleh truk dengan kapasitas atau tonase truk tertentu. Sehingga sopir truck yang membawa tonase tersebut tidak mengalami kesulitan serta ragu -ragu ketika akan melintasi jalan tersebut.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua DPD Aptrindo Jateng, Candra Budiwan mengatakan, dengan adanya pungli di jalan, menjadikan pengusaha banyak yang mengeluh. Pasalnya biaya operasional transportasi tersebut akan membengkak.

“Kerugian dari tindakan pungli ini belum bisa didapat secara prosentase. Harapannya dengan adanya acara ini bisa membekali kita sebagai pengusaha agar terhindar dari tindakan yang dilarang itu,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *