Risiko Kematian Ibu Hamil Jadi Fokus Aspirasi

(Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Fokus penyediaan sarana dan prasarana seperti pembangunan jalan dan saluran, serta konsen terhadap permasalahan sosial kesehatan, menjadi hal yang disampaikan dalam Reses Anggota DPRD Kota Semarang Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara. Minggu (2/4).

Sekretaris Kecamatan Semarang Utara, Didik Dwi Hartono menerangkan, bahwa sebetulnya permasalahan di Panggung Lor memiliki kompleksifitas yang cukup tinggi, sehingga pihaknya meminta agar dalam reses kali ini mampu sebagai aspirasi anggota dewan agar disampaikan kepada Pemerintah Kota Semarang.

“Dalam reses kali ini permintaan warga bervariasi. Karena masalah di Semarang Utara khususnya Panggung Lor inikan juga kompleks. Ada masalah lingkungan, masalah sosial,” ujarnya.

Pihaknya menjabarkan, terkait permasalahan sapras, pembangunan jalan dan jembatan masih menjadi pusat perhatiannya. Kemudian masalah sosial kesehatan, masih tingginya risiko ibu hamil menjadi hal yang patut diberikan pendampingan khusus.

“Risiko ibu hamil ini yang butuh perhatian dari pemerintah,” imbuhnya.

Ia menerangkan, untuk saat ini, pihaknya mengaku sudah melakukan pendampingan kepada ibu hamil agar bisa hidup sehat sesuai tatanan kesehatan, namun dirinya juga mengharapkan ada pendampingan khusus dari pemerintah dalam mengurangi kematian ibu hamil di Panggung Lor.

“Harapannya angka resiko ibu hamil turun. Kalau bisa zero. 2016 kemarin Panggung Lor termasuk tinggi risiko kematian ibu hamilnya,” terangnya.

Terkait bantuan sarpras, Panggung Lor telah mendapatkan bantuan penyediaan sarpras dari pemerintah sebesar Rp 15 miliar.

“Alhamdulillah, ini wujud perhatian dari pemerintah. 15 m itu khusus panggung lor,” ucapnya.

Sementara itu Hj. Hesty Wahyuningsih mengatakan, pihaknya akan menyampaikan semua aspirasi masyarakat Panggung Lor kepada Pemerintah Kota Semarang.

“Dalam Reses ini harapannya, apa-apa yang belum diaspirasikan masyarakat bisa saya tampung dan saya sampaikan kepada pemerintah. Dan secepatnya pemerintah bisa segera merealisasikannya,” tikasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *