Anda Ibu Hamil Suka Naik Kereta ? Hati-hati !

(Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) –  Mulai Jumat (31/3), bagi anda wanita/ibu yang sedang dalam keadaan hamil nampaknya perlu sedikit repot apabila ingin menggunakan jasa kereta api (KA).

Pasalnya, guna kepentingan keselamatan, meningkatkan pelayanan serta memberikan kenyamanan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan aturan khusus bagi ibu hamil.

Kepala PT KAI DAOP IV Semarang, Wiwik Widayanti, menyampaikan, dalam ketentuan yang akan diberlakukan, calon penumpang dalam keadaan hamil  diperbolehkan naik KA jarak jauh di usia kehamilan 14 sampai dengan 28 minggu.

Dirinya menjelaskan, jika usia kehamilannya kurang dari 14 minggu atau lebih dari 28 minggu, ibu hamil tersebut wajib melampirkan surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan yang menyatakan bahwa usia kehamilan pada saat pemeriksaan, dinyatakan sehat dan tidak ada kelainan kandungan.

“Ibu hamil yang akan melakukan perjalanan jarak jauh dengan KA juga wajib didampingi oleh minimal satu orang pendamping,” jelasnya pada asatu.id, belum lama ini.

Apabila terdapat calon penumpang ibu hamil yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan tersebut saat melakukan proses ‘boarding’ di stasiun, calon penumpang diizinkan melanjutkan perjalanan dengan syarat wajib melakukan pemeriksaan di pos kesehatan stasiun keberangkatan

Selain itu calon penumpang yang hamil membuat surat pernyataan bahwa PT KAI dibebaskan dari pertanggung jawaban jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama dalam perjalanan.

“Apabila kondektur mendapati penumpang hamil yang melanggar ketentuan tersebut, maka penumpang hamil yang bersangkutan wajib membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa dia sanggup melakukan perjalanan KA jarak jauh dan segala risiko menjadi tanggung jawabnya ( penumpang),” imbuhnya.

Dia menambahkan, apabila dalam hasil pemeriksaan petugas pos kesehatan di stasiun keberangkatan menyatakan bahwa penumpang tersebut tidak direkomendasikan untuk melakukan perjalanan jarak jauh, tiket atau boarding pass penumpang yang bersangkutan dapat dibatalkan.

Dan, seluruh bea tiket akan dikembalikan secara tunai sebesar 100 persen di luar bea pemesanan, begitu juga dengan tiket calon penumpang yang mendampingi ibu hamil tersebut.

“Dengan ditetapkannya peraturan ini, PT KAI berharap dapat memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi penumpang pada umumnya dan penumpang hamil khususnya,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *