17 SMP Di Semarang Belum Mampu Laksanakan UNBK

SEMARANG (asatu.id) – Sebanyak 17 sekolah di Semarang belum mampu melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat SMP/sederajat. Pelaksanaannya masih akan menggunakan berbasis manual, yakni dengan pensil dan kertas.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bunyamin mengakui hal tersebut. Pihaknya menerangkan, dari 209 sekolah yang ada di Kota Semarang, 149 sekolah melakukan UNBK secara mandiri dan 43 sekolah menginduk ke sekolah lain. Dan 17 sekolah sisanya tahun ini belum bisa melakukan UNBK. “Itu karena ada keterbatasan dan terpaksa menggunakan ujian berbasis kertas atau manual,” imbuhnya, Senin (27/3).

Namun pihaknya mengungkapkan adanya peningkatan sekolah peserta UNBK tahun ini. Hal tersebut lantaran kebijakan dari Kementrian Pendidikan yang mempermudah syarat sekolah untuk melaksanakan UNBK. Itu dikarenakan syaratnya cuman setiap sekolah memiliki 20 komputer dan 1 server. Dan pemerintah akan terus mendorong agar tahun depan UNBK bisa dilaksanakan semua sekolah,” ujarnya.

Pelaksanaan UNBK menurutnya, bisa menghemat anggaran sebesar 60 persen. Tahun ini Pemerintah sendiri telah menganggarkan 30 sekolah untuk mencukupi kebutuhan teknologi informasi. Pemerintah akan terus berkomitmen agar bisa memenuhi kebutuhan tekonlogi informasi bagi sekolah yang belum melaksanakan UNBK. “Nanti bisa dianggaran di perubahan sisanya,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *