Hindari Calo Disdukcapil Centralkan Cetak Data

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang akan melakukan cetak data E-KTP hanya di satu tempat. Yakni cuman di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang, Mardiyanto, Minggu (26/3).

“Setelah blanko E-KTP datang, kami hanya akan cetak di satu tempat, yakni di kantor dinas,” imbuhnya.

Pihaknya menerangkan bahwa saat ini cetak data blanko E-KTP dilakukan di lima tempat. Pertama di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kantor Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Ngaliyan, Kecamatan Semarang Barat, dan Kecamatan Tembalang. “Dengan cetak di satu tempat, kami ingin meminimalisir terjadinya pungli dan juga calo,” tambahnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, bahwa nantinya setiap kecamatan akan mendapat jatah drop sebanyak 500 KTP. Pemberiannya KTP sesuai antrean pemohon yang terlebih dulu mengajukan. “Total kan ada 16 kecamatan, akan dicetak 8.000 KTP yang sudah jadi dalam satu tahapan. Begitu seterusnya, sampai kebutuhan masyarakat terpenuhi semua,” ujarnya.

Adapun antrian saat ini, masih Mardiyanto, sudah mencapai 110.000 pemohon yang sudah rekam data. Saat ini, pemohon dibuatkan suarat keterangan (blanko sementara). “Yang sudah lama antre kami didahulukan. Baru selanjutnya memenuhi permintaan warga yang ingin ganti KTP, karena rusak, hilang, ganti status dan alamat,” ucapnya.

Untuk sebagai kemudahan informasi bagi warga, nantinya di masing-masing keluarahan akan dibuat daftar pemohon E-KTP yang sudah jadi. Warga diminta aktif mendatangai kantor kelurahan, sehingga tidak perlu repot untuk hanya menanyakan KTP ke kantor Dinas.

“Sistem ini hanya bersifat sementara, hingga kondisi normal. Bila sudah berjalan baik, bisa saja nanti dilakukan di masing-masing kecamatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Johan Rifai meminta agar sistem antrean untuk mendapatkan blanko E-KTP dibenahi. “Jangan sampai, yang baru saja rekam data sudah dapat KTP yang sudah antre lama justru belum. Hal ini berpotensi menimbulkan pungli dan calo,” tukasnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *