Doa Bersama Memupuk Kepedulian dan Otokritik Pemerintah

(Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Ratusan orang menyalakan lilin, menyayikan lagu Indonesia Raya, Gugur Bunga, serta Padamu Negeri sambil melakukan long march di depan kantor Gubernur, Jawa Tengah, jalan Pahlawan No. 9, Semarang.

“Kita nyanyikan lagu Gugur Bunga untuk pahlawan yang telah gugur berjuang untuk kelestarian lingkungan Kendeng,” kata salah seorang narator aksi.

Kegiatan tersebut merupakan Doa Lintas Agama Untuk Ibu Patmi dan Para Pejuang Lingkungan Lestari (Dia Melawan, Dia Yang Berjuang).

Koordinator Aksi, Setyawan Budy menyampaikan bahwa aksi tersebut sebagai otokritik kepada pemerintah dan sekaligus mendoakan Ibu Patmi salah satu pejuang lingkungan pegunungan Kendeng yang meninggal saat melakukan aksi menolak Pabrik Semen di Jakarta.

“Kami berharap dengan adanya aksi dan kejadian meninggalnya salah satu tokoh pejuang lingkungan Kendeng dapat menjadikan pemerintah lebih peka saat membuat kebijakan,” bebernya kepada asatu.id, Kamis (23/3) malam.

Pihaknya menambahkan agar pemerintah saat membuat kebijakan dapat memperhatikan kepetingan rakyat dan kelestarian lingkungan. Bukan hanya mengedepankan investasi semata.

“Terdapat 20 elemen masyarakat, yang mengikuti aksi doa bersama malam hari ini. Perwakilan dari berbagai tokoh Agama di Indonesia, mahasiswa, serikat pekerja, aktivis merupakan contohnya,” pungkasnya.

Selain doa bersama, terdapat juga pembacaan puisi dari Basa Alkalam.

“Ini merupakan bagian dari ajaran toleransi, memupuk rasa persaudaraan, serta menghilangkan fanatisme agama,” pungkas Dewi Yukhanidza Safitri, Mahasiswa di salah satu universitas di Semarang itu.

Sampai berita ini diterbitkan, aksi berjalan khitmah dan tertib dengan kawalan puluhan aparat keamanan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *