Cahyo : Berfikir Kreatif dan Inovatif Bisa Jadi Solusi Kendeng

(Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Konflik Pabrik Semen dengan masyarakat Pegunungan Kendeng (Rembang) yang tengah hangat saat ini membuat sejumlah akademisi turut serta menyampaikan saran pendapat.

Salah satunya Dosen Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang Cahyo Seftyono, M.A. Dirinya  menyampaikan, bahwa konflik yang terjadi tersebut melibatkan dua sisi faktor, pembangunan dan kebudayaan.

“Kebudayaan memang ciptaan dimasa lalu, namun kebudayaan merupakan sebuah identitas negara yang perlu dilestarikan,” katanya, Rabu (22/3).

Berfikir kreatif dan inovatif, kata dia, jika semua pihak sudah berkomitmen untuk melestarikan kebudayaan yang ada.

“Kebudayaan bukan penghambat pembangunan, berfikir kreatif lah yang harus dibutuhkan guna mendorong pembangunan,” katanya.

Dia mencontohkan, terdapat mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri sedang mengembangkan inovasi dalam bidang beton.

“Jika kita berfikir kreatif dan inovatif, apakah usaha-usaha semen tidak harus pakai batu kapur ? ternyata bisa. Sudah ada mahasiswa kita (Indonesia) yang sedang melakukan riset pendidikan S3 nya dengan mengembangkan beton dari tanah liat di Inggris. S2 nya juga melakukan penelitian tentang beton yang ramah lingkungan,” pungkasnya.

Dia berharap, semua pihak dapat berfikir kreatif dan inovatif guna mendorong pembangunan tanpa mengkesampingkan kebudayaan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *