Tiga Kabupaten Jateng Terima Anugerah Literasi

Jakarta (asatu.id) – Tiga Kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Sragen, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Demak menerima Anugerah Literasi Prioritas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia dan USAID PRIORITAS di Kantor Kemendikbud, Senin (20/3).

Ke tiga kabupaten tersebut menerima anugerah dari Kemendikbud dan Badan Pembangunan Internasional Amerika (USAID) bersama 19 kabupaten/kota lainnya yang berfokus meningkatkan literasi atau budaya membaca siswa di kabupatennya.

Ke-19 kabupaten/kota itu adalah mitra USAID Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS).

“Kemampuan membaca adalah dasar dari pembelajaran. Dengan dasar yang kuat dari keterampilan membaca yang baik, siswa akan lebih siap untuk sukses ketika dewasa dan sebagai warga negara,” kata Direktur Kantor Pendidikan USAID, Peter Cronin.

Menurut Hamid Muhammad, Dirjend Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud menyampaikan, Melalui pendampingan itu, sekolah dapat mengimplementasikan program literasi secara menyeluruh. Tidak hanya itu, USAID PRIORITAS juga mendorong Pemerintah Daerah untuk mengalokasikan APBD, memberlakukan regulasi, dan menciptakan inovasi yang mampu membuat program literasi berjalan cepat dan berkelanjutan.

“Anugerah Literasi Prioritas diberikan sebagai apresiasi Kemendikbud kepada Kabupaten/Kota mitra USAID PRIORITAS. Apresiasi itu diharapkan menjadi motivasi agar Pemda terus mengembangkan program-program literasi secara kreatif dan inovatif,” tukas Hamid di sela-sela acara.

Bupati Sragen, dr Kusnidar Untung mengatakan pihaknya sangat apresiasi dengan program literasi yang didorong oleh USAID PRIORITAS di Sragen. Bupati akan melanjutkan program-program tersebut agar lebih berdaya guna untuk menciptakan ekosistem literat di Sragen.

“Komitmen yang akan kami bangun adalah pengalaman yang didapatkan hari ini. Saya baru menjabat 9 bulan dan saya memiliki fokus dalam pendidikan. Literasi menjadi icon Kabupaten Sragen yang terbaru bidang pendidikan. Karena posisi Kepala Dinas Pendidikan sedang kosong saya persilahkan siapapun yang mendaftar harus punya target. Target utamanya adalah kalau sekarang nilai literasi masih B, tahun depan harus A dengan kriteria sangat baik,” ungkapnya.

Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Tengah Dr Nurkolis MM mengatakan Kriteria yang dipakai oleh USAID PRIORITAS dalam menentukan Kabupaten/Kota Model Literasi adalah Program literasi dipayungi dengan Peraturan Bupati/Walikota atau Keputusan Bupati/Walikota atau Surat Edaran Bupati/Walikota.

Selain itu ada anggaran yang jelas di APBD untuk pembiayaan program literasi, ada tim dan koordinator yang jelas untuk mengawal pelaksanaan program, sekolah menerapkan kegiatan 15 menit membaca, dan ada program yang jelas tentang suplai buku ke sekolah dan ada program pelatihan guru dan sekolah dalam pengembangan literasi.

“Program pembiasaan dilakukan setiap hari melalui kegiatan 15 menit membaca, dan jam khusus membaca. Suplai buku dilakukan dengan memberdayakan Perpusda untuk menyediakan buku bagi sekolah-sekolah, menganggarkan di APBD, dana BOS, bekerja sama dengan perusahaan, dan partisipasi masyarakat (khususnya orangtua dan alumni). Poin-poin tersebut yang kami gunakan dalam penilaian,” kata Nurkolis.

108

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan