Program UPSUS SIWAB Targetkan 1500 Sapi Bunting

(Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunding (UPSUS SIWAB) Pemerintah Kota Semarang berupaya memenuhi kebutuhan daging sapi dan susu di Semarang.

Menurut Wawali yang akrab disapa Mbak Ita ini menerangkan, bahwa selama ini penyerapan pangan dan konsumsi daging sapi dan susu di kota Semarang cukup tinggi, sedangkan penyediaan daging sapi lokal rata-rata baru memenuhi 65,24 persen kebutuhan nasional.

“Daripada impor kami mencoba mendorong peternak sapi untuk mengembangbiakkan ternak lewat upaya khusus sapi indukan wajib bunting ini,” terangnya, Selasa (21/3).

Pihaknya berharap program yang dicanangkan pemerintah dapat berhasil bisa memenuhi kebutuhan daging dan susu di Kota Semarang.

“Terlebih bisa menurunkan angka inflasi daging sapi di saat lebaran,” tambahnya.

Melalui penyaluran bantuan berupa 1500 akseptor beserta tenaga ahli inseminator atau kawin suntik dari pemerintah pusat. Pihaknya memprediksi 1300 akseptor harus bisa berhasil dan menjadikan sapi betina produktif bunting.

“Kami juga melakukan inseminasi, penanggulangan gangguan reproduksi sapi serta penyelematan sapi betina produktif di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Jadi tidak hanya mendorong supaya sapi bunting dan beranak saja,” urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyu Permata Rusdiana memaparkan pemerintah pusat juga memberikan bantuan asuransis pada peternak lewat program AUTS (Asuransi Usaha Ternak Sapi) sebesar Rp. 200.000 per ekor pertahun.

“Pemerintah mensubsidi sebesar 80 persen atau setara Rp. 160.000 per ekor per tahun, sehingga peternak hanya membayar Rp. 40.000 per ekor per tahun,” imbuhnya.

Ia menerangkan, Program UPSUS SIWAB secara perdana dilaunching di Perkumpulan Kelompok Tani Pangudi Mulyo, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Selasa (21/3).

“Target kami di 2017 ini sapi betina yang buntinh sebanyak 1.500 ekor sapi,” tukasnya.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *