Polda Jateng Bongkar Kasus Eksploitasi Anak

Para tersangka kasus eksploitasi anak dan pornografi berhasil dibekuk pihak berwajib (Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng), melalui Bidang Humas menggelar press release pengungkapan kasus eksploitasi anak dan pornografi yang terjadi di wilayah Kota Semarang.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod P.H. Madyoputro, M.H menyampaikan kepada asatu.id, bahwa pihaknya telah menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 5.499.500,00.

“Selain itu kami juga menyita fotocopy kontrak kerja, fotocopy  ijazah SD dan SMP, KTP, KK,  akta lahir. Ditambah satu buku absen pemandu karaoke, atasan kaos wanita warna hitam serta bawahan celana pendek warna hitam,” bebernya, Senin (20/3).

Masih meneruskan, melalui penyidik Direskrimum Polda Jateng, pihaknya berhasil menangkap 7 tersangka. Dimana satu tersangka merupakan manajer tempat hiburan serta tersangka lainnya bertugas sebagai penyedia anak-anak dibawah umur.

“Informasi awal kami dapatkan dari laporan masyarakat bahwa di kompleks prostitusi Sunan Kuning Semarang terdapat layanan tarian striptease atau hula-hula,” kata Kabidhumas Polda Jateng.

Pihaknya menambahkan, bahwa tersangka menawarkan anak-anak tersebut kepada pengunjung  atau tamu dengan tarif senilai Rp 400 ribu per jam/penari.

Dihimpun dari sumber asatu, 7 tersangka tersebut atas nama DP, LSS, TW, DPA, SW, MS, dan DD ditangkap di 2 tempat yaitu di daerah Semarang dan Pemalang.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Madyoputro menunjukkan barang bukti yang berhasil disita (Imboh Prasetyo/asatu.id)

“Ketujuh tersangka tersebut masih dalam proses penyidikan dan bila terbukti bersalah akan dikenai sanksi UU No 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 milyar dan UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 200 juta rupiah,” jelasnya.

Tak lupa dalam giat tersebut pihaknya menyampaikan ucapkan terima kasih kepada masyarakat karena berpartisipasi dalam pengungkapan eksploitasi anak dan pornografi yang terjadi diwilayah Jateng khususnya di Kota Semarang.

“Tak lupa kami ucapkan terimkasih kepada rekan-rekan wartawan dan semua pihak yang telah memberikan informasi kepada kami sehingga adik-adik dibawah umur ini tidak menjadi korban eksplotasi kembali,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *