Dewan Soroti Mudahnya Izin Pasar Modern

(Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Merebaknya jenis pasar modern yang ada di Semarang nampaknya menjadi perhatian khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Hal tersebut dinilai akan menjadikan eksistensi dari pasar tradisional goyah dan tersaingi di tengah perkembangan kota yang dinamis.

“Masifnya pasar modern ini harus diantisipasi. Walaupun segmennya berbeda namun dibeberapa daerah hal ini sudah dikeluhkan oleh pedagang pasar tradisional khususnya,” ujar Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, Minggu (19/3).

Pihaknya berharap agar perizinan pasar modern di Semarang lebih dijaga lagi. Dalam artian lebih untuk diperketat dalam mendirikan pasar modern.

Dia menjelaskan bahwa di dalam perda perizinan mendirikan pasar modern harus berada di jarak radius 100 meter dari pasar tradisional. Tapi kenyataannya perkembangannya sangat pesat dan dengan mudahnya mereka diberikan izin tanpa adanya kajian yang mungkin ada pelanggaran perda.

Dia meminta pemerintah melalui Satpol PP bisa bertindak tegas untuk menyegel pasar modern yang tidak memiliki izin dalam opeasionalnya.

“Di daerah lain itu Satpolnya tegas sekali, kalau tidak ada izin langsung disegel,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *