Pedagang Ikan Basah Pilih Jalur Hukum

Massa pedagang Pasar Rejomulyo bersikeras tetap tak mau pindah dari tempat lama (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id)‎ – Langkah hukum ditempuh pedagang ikan basah Pasar Kobong/Rejomulyo. Hal tersebut dilakukan menyusul surat teguran ketiga yang dilakukan Dinas Perdagangan Kota Semarang terkait kebijakan pemerintah yang meminta pedagang pindah ke pasar baru yang dinilai pedagang tempat tersebut tidak layak untuk tempat grosir.

“Kami sudah mendaftarkan gugatan ke PTUN. Besok Selasa (21/3) sudah mulai sidang pertama,” ujar Mujibburohman pengurus pedagang grosir ikan basah dan pindang pasar kobong/Rejomulyo, Jumat (17/3).

Pihaknya berharap, pemerintah bisa menghargai proses persidangan tersebut sampai keputusan inkrah. Ia juga mengatakan pedagang akan menghormati keputusan apapun dari pengadilan.

“Jika gugatan ditolak, nanti kita akan banding. Karena hukum itu ada banding,” katanya.

Terkait kepemilikan tanah, dia mengungkapkan bahwa jika tanah di pasar kobong adalah aset pemerintah, pihaknya meminta agar pemerintah membuktikan itu. “Jika ini aset pemerintah, tolong pemerintah bisa membuktikan dengan sertifikat,” ucapnya.

Adapun pemutusan listrik yang sebelumnya direncanakan Dinas Perdagangan, masih diurungkan. Hal tersebut dinilainya karena pedagang dilindungi UU no 8 tahun 1999 terkait perlindungan konsumen.

“Tidak bisa PLN itu sepihak memutus listrik di kita,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang Endro PM menerangkan, bahwa setelah dilakukan musyawarah dilapangan yang dihadiri PLN juga, pihaknya membenarkan bahwa PLN tidak bisa secara sepihak dan serta merta melakukan pemutusan listrik.

“Jadi secara hukum PLN juga akan hati-hati, karena dulu yang mengajukan pedagang. Kecuali kontrak terkait listrik ini dulu dilakukan Dinas Perdagangan,” pungkasnya.

37

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan