Mujibburohman : Kami Nggak Akan Pindah Sebelum Tuntutan Dipenuhi

Mujibburohman (mengacungkan jari) saat berhadapan dengan anggota Komisi B DPRD Semarang (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Terkait sudah diterimanya surat teguran ke 3 dari Dinas Perdagangan, pedagang ikan basah Pasar Rejomulyo bertekad untuk terus berkomitmen tidak akan pindah selama 6 poin tuntutan mereka di penuhi.

Mereka meminta 6 komitmen tersebut dipenuhi Pemerintah Kota Semarang, di antaranya seperti tempat bongkar muat, parkiran, dan luasan.

Mujibburohman, pengurus pedagang grosir ikan basah dan pindang Pasar Rejomulyo mengatakan pihaknya mendapat surat teguran ke 3 dari Dinas Perdagangan hingga tenggang waktu 17 Maret 2017.

“Isinya untuk segera mengkosongkan bagi yang sudah ambil undian, yang belum suruh ambil undian. Kita tetap tidak akan ambil undian sebelum layak sebagai pasar grosir,” ucapnya, Rabu (15/3).

Mujib menambahkan, jika dalam tenggang waktu pedagang belum pindah, maka Dinas Perdagangan akan merekomendasikan PLN untuk memutus listrik di Pasar Kobong atau Rejomulyo lama tersebut. Namun pihaknya juga telah mengirim surat ke PLN terkait ketidaksetujuan pemutusan listrik tersebut.

“Itu haknya dinas untuk merekomendasikan PLN. Tapi kita juga sudah menulis surat ke PLN. Karena itukan kita yang mengajukan dan membayar tiap bulannya. Dinas juga tidak pernah membatu untuk membayar tagihan listrik. Dan kita tidak pernah nunggak,” ucapnya.

Ia mempertanyakan posisi Pasar Rejomulyo yang akan dilelang oleh BPKAD. Menurutnya, pemerintah tidak punya hak untuk melelang Pasar Rejomulyo lama. “Padahal ini kan kita swadaya dulu dalam pembangunan di Pasar Rejomulyo lama. Jadi pemerintah tidak punya hak melelang,” imbuhnya.

Disinggung mengenai tanah berdirinya bangunan. Ia mengungkapkan akan terus mencari informasi terkait status tanah tersebut. “Tetap kita terus cari status kebenarannya,” ungkapnya.

 

68

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan