Pembatasan Kendaraan Berat Mulai Diterapkan di Kota Lama

(ilustrasi/ggl)

SEMARANG (asatu.id) – Pemkot Semarang akan melakukan langkah penutupan Jalan Letjen Suprapto. Untuk tahap pertama, Maret 2017 ini mulai dilakukan pembatasan tonase kendaraan yang bermuatan lebih untuk boleh masuk kawasan Kota Lama. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Selasa (14/3).

Wawali yang akrab disapa Mbak Ita itu menambahkan, bahwa pelarangan tersebut sebagai kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Semarang dalam rangka revitalisasi Kota Lama yang dipersiapkan sebagai World Heritage Unesco.

“Kita lakukan pembatasan dulu, karena untuk penutupan tidak bisa langsung diterapkan. Butuh persiapan untuk rekayasa lalu lintasnya termasuk juga soal parkirnya,” ucapnya.

Kebijakan pembatasan tonase kendaraan yang melewati jalanan Kawasan Kota Lama ini sendiri, Ia menjelaskan, telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2003.

“Kendaraan seperti dump truk dan truk molen jelas tidak bisa melintas. Kendaraan yang melebih aturan perda itu yang nantinya mulai ada pembatasan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Mbak Ita yang juga sekaligus Kepala Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPKKL) itu menerangkan, setelah langkah pembatasan tonase, akan dilakukan pelarangan melintas bagi kendaraan. Rencananya Kawasan Kota Lama akan steril kendaraan. Kendaraan jenis apapun dilarang melintasi Kawasan Kota Lama.

“Setelah itu nanti mulai dilakukan rekayasa lalu lintas. Dinas Perhubungan sudah punya rekayasa lalu lintasnya. Maret ini sudah jalan, Saya sudah komunikasi ke Kepala Dishub,” tukasnya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *