Pasar Tradisional akan Berubah Semi Modern

SEMARANG (asatu.id) – Untuk menambah greget Pasar Bulu sehingga menjadi ramai seperti sediakala, Dinas Perdagangan sepertinya melakukan banyak penambahan guna menarik pengunjung dan kembali ke Pasar Bulu. Hal tersebut nampak jelas dengan adanya beberapa area atau spot baru di Pasar, seperti area kuliner malam, spot nobar (nonton bareng), dan spot semi kafe.

“Kami akan rubah pasar-pasar yang dianggap sepi. Itu akan kami managemen ulang,” ungkap Kadinas Perdagangan Fajar Purwoto, Minggu (12/3).

Menurutnya, penambahan-penambahan yang ada merupakan langkah penggabungan untuk menjadikan Pasar Bulu yang semula tradisional menjadi semi modern. Harapannya, dengan kondisi pasar yang sudah semi modern, itu tidak akan dikalahkan ditengah banyaknya pasa-pasar modern di Semarang. “Nanti selain spot kuliner dan nobar, nanti juga ada tempat untuk selfie,” tambahnya.

Terkait dengan teknisnya, pihaknya memberlakukan sistem retribusi dan biaya listrik bukan sewa bagi rekanan yang ingin masuk di spot-spot baru tersebut. “Untuk kebersihan dan keamanan, kami pasrahkan ke PPJP Pasar Bulu,” ucapnya.

Selain itu pihaknya mengatakan bahwa nantinya setiap pasar harus memiliki 1 klaster daya pikat. Seperti halnya pasar bulu yang mempunyai area kuliner. ” Nanti pasar sampangan untuk jual hp dan elektronik. Utk mrican kami siapkan untuk kuliner juga,” ujarnya.

Rencananya, spot kuliner tersebut akan dilaunching bersamaan dengan launching 100 kios pasar bulu di 18 maret 2017.

Muhammad Novel, anggota PPJP Pasar Bulu mengungkapkan, bahwa penambahan kuliner tersebut dinilainya sangat bagus. “Sangat bagus, karena memang di Pasar Bulu Kulinernya belum ada,” tukasnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *